linimedia.id – Pelaksanaan Banda Aceh City Expo 2026 dinilai mampu membangkitkan gairah pelaku UMKM di ibu kota. Kegiatan yang digelar dalam rangka HUT ke-821 Banda Aceh itu tak hanya ramai pengunjung, tetapi juga memberi dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
Berdasarkan perhitungan pengamat ekonomi, total perputaran uang selama event berlangsung mencapai Rp7,62 miliar, yang terdiri dari dampak langsung sebesar Rp5,08 miliar dan dampak tidak langsung Rp2,54 miliar.
Anggota DPRK Banda Aceh, Ismawardi, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Banda Aceh atas suksesnya penyelenggaraan kegiatan tersebut, khususnya dalam mendorong keterlibatan UMKM lokal.
“City Expo ini benar-benar memberi ruang bagi UMKM untuk berkembang. Kita lihat langsung dampaknya, ekonomi masyarakat ikut bergerak,” ujar Ismawardi.
Menurutnya, kebijakan Pemko yang menggratiskan booth pameran menjadi salah satu faktor penting yang membuat pelaku UMKM lebih leluasa dalam memasarkan produknya.
“Dengan booth gratis, UMKM sangat terbantu. Mereka bisa fokus berjualan dan memperkenalkan produknya ke lebih banyak orang,” katanya.
Ia juga menilai, kehadiran delegasi dari berbagai daerah yang mengikuti agenda Apeksi di Banda Aceh turut memperluas peluang promosi produk lokal ke tingkat yang lebih luas.
Antusiasme pengunjung pun terlihat tinggi sepanjang pelaksanaan kegiatan. Kawasan Blang Padang dipadati warga sejak pembukaan hingga penutupan, baik dari Banda Aceh maupun luar daerah.
“Ramainya pengunjung ini tentu berdampak ke banyak sektor lain, seperti transportasi, perhotelan, hingga usaha kecil lainnya,” ungkapnya.
Ismawardi menegaskan, keberhasilan City Expo 2026 menunjukkan bahwa event daerah dapat menjadi salah satu motor penggerak ekonomi jika dikelola dengan baik.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan ditingkatkan ke depan agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.[]






