Linimedia.id-Festival QRIS Pasar Atjeh yang berlangsung di Lapangan ex Pasar Aceh telah resmi ditutup, menandai pentingnya transformasi digital dalam dunia usaha di Banda Aceh. Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Faisal, yang mewakili Wali Kota, menekankan bahwa masyarakat kini lebih memilih transaksi digital menggunakan QRIS daripada uang tunai.
Perubahan ini tidak hanya memudahkan konsumen, tetapi juga memberikan peluang bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk berkembang. “Dulu kalau ke pasar, yang dipikirkan apakah sudah bawa uang tunai. Sekarang cukup bawa handphone,” ujar Faisal, menunjukkan betapa vitalnya adaptasi teknologi bagi pelaku usaha.
Data Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan mencatat, hingga akhir Desember 2025, terdapat sekitar 47.450 UMKM aktif di Banda Aceh. Faisal menegaskan, pemerintah berkewajiban memastikan UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu bersaing di era digital. “QRIS bukan sekadar alat pembayaran, melainkan pintu masuk bagi UMKM untuk terbiasa dengan ekosistem ekonomi digital,” jelasnya.

Pada penutupan festival, berbagai penghargaan diberikan kepada pemenang lomba, termasuk Lomba QRIS Bulanan dan Lomba Mewarnai TK. Faisal mengajak masyarakat untuk lebih mencintai produk lokal dan bertransaksi melalui QRIS, demi memajukan ekonomi daerah.
[Red]












