Linimedia.id-Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengajak para kepala sekolah untuk bersinergi dalam mengatasi berbagai tantangan pendidikan, termasuk kasus bullying dan perilaku menyimpang di kalangan anak-anak. Dalam dialog yang diadakan dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Daerah, Illiza menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, aman, dan nyaman.
Acara yang berlangsung di Aula SMPN 1 Banda Aceh pada 2 September 2026 ini melibatkan kepala sekolah dari jenjang PAUD, SD, dan SMP se-Banda Aceh. Salah satu poin penting dalam pembicaraan adalah kekurangan jumlah guru, yang diperkirakan mencapai 70-80 orang, serta kejelasan alokasi gaji bagi mereka.
Menanggapi pertanyaan para kepala sekolah, Illiza menyampaikan bahwa pembukaan formasi PPPK untuk guru dari sekolah swasta masih memerlukan kebijakan baru dari pemerintah pusat. Dia juga mendorong untuk bekerja sama dengan perguruan tinggi serta membuka peluang untuk relawan guru dan pembelajaran daring sebagai solusi sementara.
Dalam konteks keamanan dan kesiapan bencana, Illiza berbagi informasi mengenai program edukasi mitigasi bencana yang telah dilaksanakan bekerja sama dengan Kota Higashimatsushima, Jepang. “Kami akan kembali melakukan latihan tsunami di sekolah-sekolah,” ucap Illiza.

Pentingnya kebersihan sekolah juga menjadi sorotan. Illiza menyampaikan rencananya untuk menginspeksi fasilitas, khususnya toilet, dan menegaskan perlunya menerapkan program 3R: reduce, reuse, recycle. Selain itu, tata kelola keuangan sekolah diharapkan lebih transparan agar dapat membangun kepercayaan orang tua.
Sebagai penutup, Illiza menekankan pentingnya pengawasan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tetap aman dan layak dikonsumsi oleh siswa. Dia berharap kolaborasi antara pihak sekolah dan pemerintah dapat memperkuat kualitas pendidikan di Banda Aceh.
[Red]












