LM – Setiap tahun, komplek Makam Poteumeureuhom yang terletak di Desa Gle Jong, Kecamatan Jaya, menjadi pusat perhatian masyarakat sekitar. Acara yang dinamakan Tradisi Seumeuleung ini tidak hanya menjadi ajang berziarah ke makam yang suci, tetapi juga menjadi sumber rezeki dan kebersamaan bagi warga sekitar.
Dilaksanakan setiap hari Raya Idul Adha, Tradisi Seumeuleung telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan agama di Aceh. Pada tahun ini, pemerintah Aceh dengan penuh semangat melanjutkan tradisi yang telah berlangsung sejak zaman dahulu.
Saat acara berlangsung, komplek Makam Poteumeureuhom dipenuhi dengan berbagai stand jualan dadakan yang menawarkan berbagai macam barang dan makanan. Para pengunjung dapat menemukan segala sesuatu mulai dari permainan anak-anak yang meriah hingga pakaian tradisional yang menarik minat para wisatawan.
Tini, seorang warga Kota Banda Aceh, sangat antusias dengan acara tahunan ini. Dia menyampaikan kegembiraannya kepada media pada Sabtu (1/7). Selain menikmati keindahan pemandangan pantai, Tini juga bersenang-senang bersama keluarganya dengan bermain permainan anak dan mencicipi kuliner yang disajikan di setiap stand.
“Ini merupakan ajang yang sangat ditunggu-tunggu untuk berkumpul dan bermain bersama keluarga. Selain itu, kami juga dapat menikmati hidangan lezat yang disajikan di sini,” ujar Tini.
Tradisi Seumeuleung di Lamno tidak hanya memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk merayakan hari raya dengan penuh kebersamaan, tetapi juga memberikan peluang bagi para pedagang lokal untuk meningkatkan pendapatan mereka. Stand-stand jualan dadakan yang tersebar di sekitar komplek Makam Poteumeureuhom memberikan penghidupan baru bagi para pedagang, sekaligus memperkaya pengalaman para pengunjung.






