Scroll untuk baca artikel
HeadlineNusantara

Ilyas Klarifikasi Soal Insiden Wartawan Versus Satpol PP

×

Ilyas Klarifikasi Soal Insiden Wartawan Versus Satpol PP

Sebarkan artikel ini

LM – Insiden yang melibatkan wartawan dan anggota Satpol PP pada Acara Penyerahan Memori Jabatan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) memunculkan beragam perdebatan. Namun, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Sumut, Ilyas Sitorus, telah membuka tirai dan menjelaskan bahwa ini hanyalah kesalahpahaman yang terjadi di lapangan. Lebih dari itu, Ilyas menegaskan bahwa Pemprov Sumut tetap mendukung kebebasan pers.

Baca Juga :  Illiza Resmikan Operasional ATM Drive Thru Bank Aceh Syariah

Dalam konferensi pers yang berlangsung di Medan pada Jumat (8/9), Ilyas Sitorus dengan tegas menyatakan, “Kejadian tersebut adalah murni insiden di lapangan, karena tidak ada kebijakan pelarangan wartawan meliput termasuk pada kegiatan penyerahan memori jabatan Gubernur Sumut pada waktu itu.”

Table of Contents

Dalam sebuah poin yang mencengangkan, Ilyas memaparkan bahwa puluhan wartawan turut serta dalam meliput acara tersebut sebagai bukti nyata bahwa tidak ada pelarangan terhadap wartawan. “Sudah ada puluhan awak media yang menunggu di dalam ruangan, jadi sama sekali tidak ada pelarangan wartawan meliput,” tegasnya.

Tidak hanya itu, Ilyas menjelaskan bahwa Pemprov Sumut memiliki pandangan yang sangat positif tentang peran pers. Pers bagi mereka adalah mitra strategis yang membantu menyampaikan informasi tentang kebijakan pembangunan dan aspirasi masyarakat. “Pemprov Sumut menjaga hubungan yang baik dengan awak media. Bahkan disediakan fasilitas ruangan pers atau pers room yang representatif untuk kemudahan wartawan melakukan pekerjaan jurnalistik di Kantor Gubernur,” jelas Ilyas.

Kendati insiden ini menimbulkan kekecewaan, Ilyas Sitorus mengidentifikasi beberapa faktor yang memicu terjadinya peristiwa tersebut. Salah satunya adalah kedatangan wartawan yang bersangkutan terlambat saat Gubernur, Wakil Gubernur, dan Penjabat Gubernur sudah masuk ke dalam ruangan. “Untuk menjaga khidmat acara, petugas Satpol PP harus menutup pintu utama saat Gubernur sudah masuk,” katanya.

Ilyas juga mencatat bahwa dalam video yang beredar, beberapa pejabat dan petugas masih diberikan akses karena mereka terhambat oleh massa yang berkumpul di halaman Kantor Gubernur. Sementara wartawan IDN Times yang tidak diberi akses pada saat itu, dijelaskan Ilyas, mengenakan pakaian santai.

Baca Juga :  DPRK Banda Aceh Gelar Rapat Paripurna Terkait Raqan APBK 2022

Pada akhir pernyataannya, Ilyas Sitorus menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut. Dia juga menekankan pentingnya mematuhi aturan berpakaian yang berlaku dalam kegiatan resmi sebagai pedoman bagi petugas Satpol PP. “Kami memohon maaf atas insiden tersebut dan berharap hal ini tidak merusak hubungan baik yang selama ini telah terjaga. Mari kita jadikan insiden ini sebagai pelajaran bersama,” pungkas Ilyas.

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca