“jadi, pola latihan yang diterapkan oleh Tim Kepelatihan sekarang ini, berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Target kita adalah medali emas pada PON tahun 2024 nanti,” tambah Pelatih Kepala
Dalam setiap kejuaraan yang diikuti jelang PON 2024, pelatih lebih menekankan agar atlet dapat meng-eksplor seluruh materi yang diberikan selama masa pelatihan.
“Tim yang kami bentuk tidak saja cukup merupakan juara Aceh, namun juga kami pilih berdasarkan pemantauan yang panjang sejak kejuaraan nasional PB Forki tahun lalu sampai dengan event-event yang ada akhir tahun lalu sesuai standar KONI Aceh, yaitu yang bisa bersaing di kancah nasional khususnya PON 2024 nantinya,” kata Sulaiman.
Penerapan pola latihan dengan sport science diakui manfaatnya oleh para atlet. Misalnya seperti diungkapkan oleh Gebrina Najwa Andini, peraih medali emas Kejuaraan Internasional Milo Open Championship Malaysia.
“Di kejuaraan ini, saya tidak diminta untuk target medali emas. Pelatih meminta saya menampilkan yang terbaik sesuai dengan diajarkan selama berlatih di program Pelatda KONI Aceh,” kata Najwa.
“Saat bertanding, fokus saya bukan untuk dapat medali, tapi memaksimalkan semua materi latihan. Alhamdulillah hasilnya medali emas,” kata atlet lainnya Najla.
Meskipun hasil yang dicapai di Kejuaraan Internasional Milo Open Championship Malaysia 2023 sudah maksimal, Tim pelatih mengatakan, pihaknya akan tetap melakukan evaluasi agar ke depan performa para atlet di bawah asuhan KONI Aceh akan lebih maksimal. [red]












