LM – Kota Banda Aceh, berlokasi di ujung barat Pulau Sumatra, bukan sekadar tempat bersejarah yang sarat makna, tetapi juga sebuah surga wisata yang sayangnya sering terlupakan. Kota ini adalah ibu kota Provinsi Aceh dan memiliki beragam daya tarik yang mampu memukau para pelancong yang datang berkunjung.
Dengan pantainya yang menawan, seperti Pantai Pasir Putih yang diberkahi dengan deburan ombak yang mempesona, Banda Aceh seolah-olah menjemput para pelancong dengan tarian alamnya. Ditambah lagi, kehadiran bangunan-bangunan bersejarah yang penuh dengan eksotisme semakin menambah pesona kota ini.
Para pelancong yang berkunjung ke Banda Aceh akan terpesona oleh keindahan alam yang luar biasa di sekitar kota ini. Mari kita mulai menjelajahi pesona Kota Banda Aceh yang wajib dikunjungi saat Anda berada di sini.
Pantai Ujong Pancu: Petualangan ke ‘Ujung Dunia’

Salah satu destinasi yang tidak boleh Anda lewatkan adalah Pantai Ujong Pancu, yang juga dikenal sebagai ‘ujung dunia,’ karena berada di ujung barat Pulau Sumatra. Akses ke pantai ini memerlukan tekad ekstra karena Anda harus rela berjalan kaki melintasi bebatuan yang memukau. Namun, perjalanan ini akan terbayar lunas oleh pemandangan yang luar biasa yang menanti Anda.
Bayangkanlah pantai dengan pasir putih yang lembut dan laut biru yang tenang, dikelilingi oleh hutan hijau dan pegunungan dengan air terjun yang berakhir di laut. Semua ini tersedia dalam satu tempat yang menakjubkan. Pantai Ujong Pancu terletak di Desa Lampageu, Kecamatan Peukan Bada, jauh dari keramaian kota, membuat Anda merasa seolah-olah telah memasuki dunia yang terisolasi dari hiruk-pikuk keseharian.
Selama perjalanan menuju pantai, Anda akan menemukan penjual makanan ringan yang siap memanjakan perut Anda. Ada mie instan yang dimasak dengan cita rasa khas dan minuman segar dengan harga yang terjangkau.
Pantai Ujong Pancu juga merupakan surga bagi para penggemar memancing, dengan beragam jenis ikan yang dapat Anda tangkap. Selain itu, jika Anda menyukai pemandangan matahari terbenam yang indah, pantai ini juga merupakan tempat yang sempurna untuk menikmati momen tersebut.
Jadi, jika Anda mencari petualangan alam yang spektakuler, Pantai Ujong Pancu adalah destinasi yang wajib Anda kunjungi. Jangan lupa membawa perlengkapan yang sesuai untuk berjalan di atas bebatuan dan nikmati semua keindahan alam yang ditawarkan oleh pantai ini.
Monumen PLTD Apung: Saksi Bisu Tsunami 2004

Tahun 2004, Banda Aceh diguncang oleh tsunami dahsyat yang mengubah sejarah kota ini. Di antara reruntuhan, ada satu kisah yang masih hidup hingga hari ini – kapal yang terseret oleh gelombang ganas, yang sekarang menjadi Monumen PLTD Apung.
Monumen ini tidak hanya merupakan simbol peristiwa tragis itu, tetapi juga saksi bisu dari kekuatan alam yang tak terbayangkan. Kapal yang berat ini terseret sejauh 5 kilometer oleh tsunami, dan pertanyaan tentang bagaimana hal ini bisa terjadi masih memikat banyak orang yang berkunjung ke sini.
Monumen PLTD Apung terletak sekitar 5 kilometer dari pusat kota Banda Aceh. Kapal ini memiliki panjang 63 meter, lebar 1.900 meter, dan berbobot sekitar 2.600 ton. Monumen ini tidak hanya mengenang peristiwa tragis tersebut tetapi juga menyajikan pengalaman yang mendalam. Ruangan dalam kapal ini telah dibiarkan sebagaimana adanya, dengan jangkar di bawah, tiang-tiang yang retak, rerumputan yang tersangkut, kabel-kabel yang terputus, dan bahkan pasir yang masih ada di dalamnya.
Namun, dari dek kapal yang tertinggi, Anda juga dapat menikmati pemandangan yang indah. Samudra yang luas di sebelah utara, kota, dan perbukitan di sekitarnya bisa Anda saksikan dengan jelas melalui teropong yang tersedia.
Monumen PLTD Apung juga memiliki fasilitas yang lengkap, termasuk toilet umum, tempat parkir yang luas, tempat sampah, dan mushola. Ada juga fasilitas pendidikan tentang bencana tsunami dan cara menghadapinya, serta ruang dokumentasi yang memamerkan foto-foto dan dokumentasi bencana tersebut.
Jika Anda ingin memasuki Monumen PLTD Apung, perlu dicatat bahwa tidak ada biaya masuk, tetapi ada kotak sumbangan untuk pemeliharaan monumen. Monumen ini buka pada jam tertentu, yaitu pukul 09.00 – 12.00 WIB dan 14.00 – 17.30 WIB, kecuali pada hari Jumat ketika buka pukul 14.00 – 17.00 WIB.
Lapangan Blang Padang: Tempat Berkumpul dan Belajar

Lapangan Blang Padang adalah pusat perhatian di Banda Aceh yang luasnya mencapai 8 hektar. Tempat ini terletak di antara Jalan Iskandar Muda, Jalan Syekh Muda Wali, dan Jalan Prof Abdul Madjid Ibrahim. Lapangan ini bukan hanya area bermain, tetapi juga tempat untuk berolahraga, menikmati kuliner khas Aceh, dan menikmati pemandangan yang indah.
Berbagai kegiatan berlangsung di Lapangan Blang Padang, termasuk pertandingan sepak bola dan bulu tangkis. Wisatawan juga menyukai tempat ini, dan dua monumen terkenal, Monumen Thanks to The World dan Monumen Pesawat RI-001 Seulawah, juga berada di sini.
Monumen Thanks to The World adalah tempat yang mengesankan dengan 80 prasasti dalam berbagai bahasa yang berterima kasih atas bantuan internasional selama tsunami 2004. Ini adalah pelajaran tentang kerja sama internasional yang sangat penting.
Monumen Pesawat RI-001 Seulawah adalah replika pesawat RI-001, yang menjadi cikal-bakal pesawat terbang pemerintah Indonesia dan Garuda Indonesia. Ini adalah cerita inspiratif tentang bagaimana masyarakat Aceh mengumpulkan dana untuk menghadiahkan pesawat ini kepada pemerintah Indonesia selama masa penjajahan Belanda.
Jadi, ketika Anda berada di Banda Aceh, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi Lapangan Blang Padang. Di sini, Anda bisa berolahraga, menikmati kuliner, belajar sejarah, dan bersenang-senang bersama teman dan keluarga. Lapangan ini adalah tempat yang wajib Anda kunjungi saat berada di Banda Aceh.


