LINI MEDIA – Halo teman-teman! Pernah nggak sih kamu ngerasa doa yang kamu panjatkan lama banget belum terkabul? Rasanya campur aduk antara berharap, penasaran, sampai sedikit frustrasi, kan? Tenang, kamu nggak sendirian!
Ternyata, doa itu bukan cuma soal mengucap kata-kata. Ada ilmu khusus yang bisa bikin doa lebih mustajab dan diterima Allah lebih cepat. Salah satunya sudah diajarkan oleh Imam Al-Ghazali, ulama besar yang menulis panduan 10 adab berdoa dalam kitab Ihya Ulumiddin.
Di artikel ini, kita bakal bahas 10 adab berdoa ala Imam Al-Ghazali dengan gaya santai ala vlogger, mudah dipahami, dan bisa langsung kamu praktikkan sehari-hari. Simak sampai akhir, karena ini bakal bikin doa kamu lebih khusyuk dan cepat dikabulkan!
10 Adab Berdoa ala Imam Al-Ghazali
- Berdoa di Waktu Mustajab
Pilih waktu yang dianggap mustajab, seperti hari Arafah, bulan Ramadan, hari Jumat, sahur, atau sepertiga malam terakhir. Rasulullah bersabda, “Allah turun setiap malam ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir, lalu Dia berfirman: ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan.’” (HR. Bukhari Muslim) - Berdoa dalam Kondisi Istimewa
Selain waktu, kondisi tertentu juga mustajab, contohnya saat hujan, berpuasa, setelah shalat, atau antara azan dan iqamah. Rasulullah bersabda, “Doa antara azan dan iqamah tidak akan ditolak.” (HR. at-Tirmidzi) - Menghadap Kiblat
Saat berdoa, hadapkan tubuh ke kiblat, angkat kedua tangan, tundukkan pandangan, dan usap wajah setelah selesai berdoa. Ini sunnah Rasulullah agar doa lebih khusyuk. - Bersuara Lirih
Doa nggak perlu teriak-teriak. Gunakan suara lirih dan lembut agar hati fokus, rendah hati, dan doa lebih tulus. Allah tidak menyukai orang yang melampaui batas. - Menghindari Sajak
Doa harus murni dari hati, bukan rangkaian kata puitis atau sajak yang dipaksakan. Fokus pada ketulusan dan kesungguhan hati. - Hati yang Khusyu
Saat berdoa, rasakan rendah hati, penuh harap, dan sedikit rasa takut kepada Allah. Doa yang khusyuk lebih cepat tersampaikan. Rasulullah bersabda, “Apabila Allah mencintai seorang hamba, Dia akan mengujinya hingga Dia mendengar doa permohonannya dengan penuh kerendahan.” (HR. Ad-Dailami) - Yakin Dikabulkan Allah
Percaya bahwa doa akan dikabulkan membuat hati lebih tenang dan fokus. Rasulullah bersabda, “Berdoalah kepada Allah dengan penuh keyakinan akan dikabulkan, dan Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.” (HR. at-Tirmidzi) - Serius dan Penuh Kesungguhan
Doa harus sungguh-sungguh. Ulangi doa minimal tiga kali dan jangan langsung putus asa jika belum terkabul. Kesabaran dan kesungguhan hati meningkatkan peluang doa diterima. - Membaca Hamdalah dan Shalawat
Sebelum masuk inti doa, awali dengan pujian kepada Allah (Hamdalah) dan shalawat untuk Nabi. Ini sunnah dan bikin doa lebih manis di hadapan Allah. - Tobat dan Ikhlas
Bertaubat dari dosa, mengembalikan hak orang lain, dan sepenuhnya ikhlas kepada Allah. Hati yang bersih menjadi faktor paling dekat agar doa dikabulkan. Kisah Nabi Musa dan Bani Israil menunjukkan bahwa doa baru terkabul ketika hati bersih dari dosa.
Setiap adab ini saling melengkapi. Dari memilih waktu mustajab, kondisi yang istimewa, hingga sikap hati yang khusyuk dan ikhlas, semuanya bikin doa lebih dekat ke hati Allah. Praktikkan satu per satu mulai dari hal sederhana, misalnya bangun di sepertiga malam terakhir untuk doa, membaca hamdalah sebelum meminta sesuatu, atau memastikan hati selalu tulus dan ikhlas.












