LM-Banda Aceh, Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Dr. Musriadi, M.Pd, turun langsung ke tengah masyarakat dalam agenda reses I MP II tahun 2025 yang digelar di Gampong Ilie, Kecamatan Ulee Kareng, Selasa (24/5/2025).
Dalam pertemuan yang dihadiri warga dari Kecamatan Syiah Kuala dan Kecamatan Ulee Kareng ini, Musriadi mendengarkan berbagai keluhan terkait pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.
“Kegiatan reses ini perlu dilakukan guna mendengarkan secara langsung aspirasi yang ada di masyarakat. Sehingga nantinya bisa diambil sebuah keputusan yang terbaik. Termasuk usulan permasalahan yang terjadi di daerah pemilihan,” ujar Musriadi
Sebagai politikus Partai Amanat Nasional (PAN), Musriadi menegaskan bahwa tugas legislatif tidak hanya berada di ruang sidang, tetapi juga harus berada di tengah masyarakat untuk menyerap dan menindaklanjuti aspirasi konstituen.
Ia menegaskan bahwa reses adalah bentuk pertanggungjawaban moral dan politis kepada masyarakat sebagai pemegang mandatnya di pemerintahan.
Dalam pertemuan tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi, terutama terkait akses pendidikan, fasilitas kesehatan, dan kondisi infrastruktur yang masih perlu ditingkatkan. Beberapa warga mengungkapkan harapan agar wakil rakyat mereka lebih memperjuangkan penyediaan sarana pendidikan yang lebih baik, termasuk peningkatan fasilitas sekolah dan bantuan bagi siswa kurang mampu.
Selain pendidikan, isu kesehatan juga menjadi perhatian utama. Warga mengeluhkan minimnya sarana posyandu serta pelayanan di puskesmas yang masih belum optimal.
Mereka berharap pemerintah dapat meningkatkan fasilitas kesehatan agar lebih mudah diakses oleh masyarakat, terutama bagi lansia, ibu hamil, dan balita.
Menanggapi hal tersebut, Musriadi berjanji akan memperjuangkan peningkatan fasilitas kesehatan, terutama posyandu dan puskesmas, agar lebih representatif dan mampu memberikan layanan yang lebih baik.
“Ada sejumlah aspirasi yang saya himpun, tentunya akan diperjuangkan apa yang menjadi pelayanan dasar dan kebutuhan masyarakat, di antaranya infrastruktur, pendidikan dan kesehatan, sarana posyandu, pelayanan di puskemas,” ungkapnya.
Di bidang infrastruktur, warga juga menyampaikan keluhan terkait kondisi jalan dan drainase yang kurang memadai. Salah satu permasalahan yang sering muncul adalah banjir saat hujan deras akibat sistem drainase yang buruk. Air bersih pun menjadi perhatian serius bagi sebagian warga, terutama mereka yang tinggal di daerah dengan akses air bersih yang terbatas.
Musriadi menegaskan bahwa pihaknya akan mengupayakan solusi terkait infrastruktur dengan mengajukan usulan kepada pemerintah sesuai dengan anggaran yang tersedia dan skala prioritas pembangunan. Menurutnya, semua aspirasi yang diterima akan dibahas lebih lanjut agar bisa diwujudkan secara bertahap.
Tidak hanya fokus pada pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, Musriadi juga menyoroti beberapa isu lain yang menjadi perhatian masyarakat, seperti penegakan syariat Islam, ketersediaan rumah layak huni, serta maraknya penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda. Ia menyatakan bahwa persoalan ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif dari seluruh elemen masyarakat.
Selain itu, mendekati bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, warga mengeluhkan lonjakan harga bahan pokok yang kerap terjadi setiap tahunnya.
Musriadi mengatakan bahwa ia akan mendorong pemerintah untuk mengambil langkah-langkah yang lebih konkret dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok agar tidak membebani masyarakat.
Musriadi berharap dengan adanya pertemuan ini, aspirasi masyarakat bisa lebih tersalurkan dengan baik, dan dirinya sebagai wakil rakyat dapat memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan utama warga. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus aktif menyampaikan permasalahan yang mereka hadapi, karena menurutnya keterlibatan masyarakat sangat penting dalam pembangunan yang lebih baik.
Musriadi menegaskan bahwa sebagai perwakilan rakyat, dirinya akan terus berjuang demi kesejahteraan warga Kota Banda Aceh, khususnya di daerah pemilihannya.[***]












