Evakuasi Gunung Marapi, 1 Jenazah, 75 Pendaki Selamat

Satuan Brimob Polda Sumut berhasil evakuasi korban Gunung Marapi. Foto : Humas Polda Aceh

LM – Pagi ini, tim evakuasi berhasil menemukan satu jenazah korban erupsi Gunung Marapi, menyelesaikan pencarian seluruh 75 pendaki yang tercatat di Posko Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Kabid Humas Polda Sumatera Barat, Kombes Dwi S, mengonfirmasi prestasi tersebut, menegaskan bahwa meski semua korban terdata sudah ditemukan, upaya penyusuran akan tetap dilakukan untuk memastikan tak ada lagi korban yang tertinggal.

Baca Juga :  Harga Rp189 Jutaan, Mitsubishi Expander Mirip Pajero Sport

“Dengan informasi ini, kita sudah memastikan keberadaan seluruh 75 pendaki. Namun, kami tetap berkomitmen untuk terus melakukan penyusuran guna menghindari potensi korban yang belum terdeteksi,” ungkap Kombes Dwi S.

Penting untuk dicatat bahwa data 75 pendaki tersebut diperoleh dari yang mendaftar secara online. Kombes Dwi S juga menyampaikan kekhawatiran bahwa masih ada pendaki lain yang tidak terdaftar melalui aplikasi, sehingga upaya pencarian harus terus dilakukan.

Baca Juga :  Bupati Asahan Ajak HMI Kisaran-Asahan Bersinergi dalam Konferensi Cabang Ke-XXI: Generasi Muda Aksi Sosial!

“Sampai saat ini, berdasarkan posko pengaduan di rumah sakit, masih ada 30 keluarga yang belum mendapatkan informasi keberadaan sanak saudaranya. Oleh karena itu, proses penyisiran masih berlanjut,” tambahnya.

Kondisi cuaca yang tidak mendukung, dengan hujan yang kerap turun membuat jalur pendakian menjadi licin. Kabut juga menjadi tantangan serius dalam proses evakuasi. Meskipun erupsi Gunung Marapi masih berlangsung, tim evakuasi tetap berusaha maksimal.

Baca Juga :  Ombudsman Perwakilan Provinsi Sumatera Utara ke Asahan, Ini Yang Dilakukannya!

“Saat ini, situasi penyisiran di puncak Gunung Marapi memang terkendala oleh cuaca yang tidak bersahabat. Namun, kami terus berupaya untuk memaksimalkan proses evakuasi, walaupun erupsi masih berlangsung,” jelas Kombes Dwi S.

Beliau menambahkan bahwa keahlian tim evakuasi tidak selalu mencakup semua medan, sehingga masyarakat yang familiar dengan situasi di sana ikut serta dalam kegiatan evakuasi. Meskipun demikian, masyarakat di sekitar Gunung Marapi dapat menjalani aktivitas seperti biasa karena lokasi erupsi cukup jauh dari pemukiman.[SA]

Loading