Sebagai mantan Chair for Woman Committee UCLG ASPAC, Illiza menilai peran perempuan memiliki pengaruh besar dalam pembangunan kota maupun penguatan politik lokal dan nasional.
Ke depan, Pemerintah Kota Banda Aceh menargetkan penguatan posisi sebagai kota tangguh bencana dunia melalui kolaborasi dengan sejumlah kota internasional di Jepang. Selain itu, Banda Aceh juga tengah mendorong pengembangan industri parfum berbahan nilam Aceh agar mampu bersaing di pasar global.
“Kami ingin Banda Aceh dikenal dunia bukan hanya sebagai kota sejarah dan wisata religi, tetapi juga sebagai kota inovatif yang mampu membangun kolaborasi internasional demi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Riz)




