“Sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan sangat menentukan keberhasilan pengendalian inflasi,” tambahnya.

*Inflasi dan Digitalisasi Harus Berjalan Seiring*
Dalam kesempatan yang sama, Illiza juga menegaskan pentingnya digitalisasi keuangan daerah sebagai bagian dari penguatan ketahanan ekonomi.
Menurutnya, TPID dan TP2DD merupakan dua instrumen strategis yang harus berjalan seiring – menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat tata kelola fiskal dan pelayanan publik.
Digitalisasi transaksi pemerintah daerah diharapkan mampu meningkatkan efisiensi belanja, transparansi pengelolaan keuangan, percepatan realisasi pembangunan, serta optimalisasi pendapatan daerah.
“Kita ingin digitalisasi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, bukan sekadar memenuhi indikator,” ujarnya.
*Pastikan Ramadan Berlangsung Tenang dan Kondusif*
Illiza menutup arahannya dengan mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi dan respons terhadap dinamika lapangan agar masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan aman dan nyaman.
“Yang kita jaga bukan hanya inflasi, tetapi ketahanan Kota Banda Aceh secara keseluruhan. Masyarakat harus merasakan bahwa pemerintah hadir dan bekerja,” katanya.
Ia optimistis sinergi kuat antara Pemerintah Kota Banda Aceh, Bank Indonesia, serta seluruh stakeholder akan menjadikan Banda Aceh sebagai model pengendalian inflasi dan digitalisasi daerah di Aceh. (Riz)






