Secara desain, Mis-qall Lamp terinspirasi dari bentuk atap rumah Joglo khas Jawa Tengah. Bahan utamanya berasal dari limbah bonggol jagung dan kayu furnitur bekas yang diolah secara ramah lingkungan. Setiap unit menampilkan kaligrafi Al-Qur’an serta motif batik Pekalongan yang memperkuat sentuhan seni dan budaya lokal.
Karya tersebut dikembangkan melalui metode Research and Development (R&D) di bawah bimbingan guru MAN IC Pekalongan dengan dukungan Rumah Atsiri Indonesia sebagai penyedia minyak esensial aromaterapi. Ke depan, inovasi ini berpotensi dikembangkan menjadi smart lamp berbasis aplikasi mobile yang dapat mengatur musik dan pencahayaan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu harus berbasis teknologi tinggi. Dengan kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan serta budaya, kita bisa menciptakan solusi nyata,” ungkap Ryan.***












