Scroll untuk baca artikel
DPRK

Jelang Ramadhan, Ismawardi Dorong Pemerintah Bantu Warga Lewat Pasar Murah

×

Jelang Ramadhan, Ismawardi Dorong Pemerintah Bantu Warga Lewat Pasar Murah

Sebarkan artikel ini

LM-Anggota DPRK Banda Aceh, Ismawardi, meminta Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Pangan untuk menggelar pasar pangan murah menjelang bulan suci Ramadhan 1446 H. Langkah ini dinilai penting untuk membantu meringankan beban warga di tengah lonjakan harga kebutuhan pokok yang kerap terjadi menjelang bulan puasa.

“Warga butuh kepastian harga yang terjangkau, terutama menjelang Ramadhan di mana pengeluaran rumah tangga biasanya meningkat dari bulan-bulan biasanya,” ujar Ismawardi

Table of Contents

Politisi PAN Banda Aceh ini menyoroti kekhawatiran masyarakat terhadap kenaikan harga bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan pangan lainnya. Menurutnya, kondisi ini semakin diperburuk dengan pendapatan sebagian warga yang stagnan, sementara kebutuhan rumah tangga terus meningkat.

“Banyak warga mengeluhkan tingginya harga bahan pokok, dan ini semakin memberatkan kondisi ekonomi rumah tangga. Situasi ini menuntut intervensi pemerintah agar warga tidak kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka,” lanjutnya.

Dengan adanya pasar murah, diharapkan masyarakat dapat mengakses bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Langkah ini diyakini sebagai solusi cepat untuk memastikan semua warga dapat menjalani ibadah puasa dengan lebih tenang tanpa terbebani harga kebutuhan yang tinggi.

Ismawardi menambahkan bahwa Ramadhan bukan hanya soal ibadah, tetapi juga tentang kebersamaan dan kepedulian sosial. Pemerintah diharapkan dapat hadir untuk memastikan kesejahteraan masyarakat dalam menyambut bulan suci ini.

“Ramadhan tinggal hitungan hari, jangan sampai warga kesulitan memenuhi kebutuhan pokoknya. Ini saatnya pemerintah hadir dan memastikan bahwa semua warga bisa menyambut Ramadhan dengan penuh kebahagiaan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pasar murah bukan hanya sekadar program tahunan, tetapi harus menjadi agenda rutin yang terencana dengan baik, terutama dalam mengantisipasi fluktuasi harga menjelang momen besar seperti Ramadhan dan Idul Fitri. Selain itu, koordinasi antara pemerintah daerah dan distributor bahan pangan harus diperkuat agar pasokan tetap stabil dan tidak ada pihak yang mengambil keuntungan berlebihan dari situasi ini.

Baca Juga :  Ketua DPRK Banda Aceh Ajak Semua Pihak Bergerak Bersama Turunkan Stunting

Beberapa warga Banda Aceh yang ditemui menyambut baik usulan pasar murah ini. Mereka berharap agar pemerintah segera merealisasikan program tersebut agar mereka dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

“Saya berharap pemerintah cepat tanggap. Kalau harga kebutuhan pokok naik terus, kami sebagai masyarakat kecil yang paling merasakan dampaknya,” ujar Suryani, seorang ibu rumah tangga di Banda Aceh.

Senada dengan itu, Faisal, seorang pedagang kecil, mengungkapkan bahwa stabilitas harga pangan sangat mempengaruhi daya beli masyarakat. “Kalau harga terlalu tinggi, pelanggan jadi menurun, dan itu berdampak ke kami juga sebagai pedagang kecil. Pasar murah bisa membantu menekan harga agar lebih stabil,” katanya.

Dengan berbagai keluhan yang muncul, Ismawardi menekankan bahwa langkah konkret dari pemerintah harus segera dilakukan. Ia berharap Dinas Pangan dan instansi terkait dapat bergerak cepat dalam menyiapkan mekanisme pasar murah yang efektif dan tepat sasaran.

Pasar murah diharapkan dapat menyasar lokasi-lokasi strategis dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. Pemerintah juga diharapkan untuk memastikan stok bahan pangan yang cukup, sehingga program ini dapat berjalan dengan lancar hingga menjelang Idul Fitri.

Ismawardi menegaskan bahwa kesejahteraan masyarakat adalah prioritas utama. “Saya akan terus mendorong pemerintah untuk hadir dan membantu masyarakat melalui berbagai program yang dapat meringankan beban mereka. Ramadhan harus menjadi momen berbagi dan kebahagiaan, bukan menjadi beban karena harga kebutuhan pokok yang melambung tinggi,” pungkasnya.[***]

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca