Scroll untuk baca artikel
AdvertorialDPRKParlemen

Dewan Kota Minta Pemko Fungsikan Pusat Kuliner Suramoe Krueng Aceh

×

Dewan Kota Minta Pemko Fungsikan Pusat Kuliner Suramoe Krueng Aceh

Sebarkan artikel ini

LM – Anggota DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, mendesak kepada Pemerintah Kota Banda Aceh agar segera mengaktifkan Seuramoe Krueng Aceh, pusat kuliner megah di bantaran Krueng Aceh, yang hingga kini masih terbengkalai.

Dengan biaya pembangunan yang mencapai belasan miliar rupiah, fasilitas ini sebenarnya telah selesai beberapa bulan lalu, namun belum jelas alasan mengapa belum difungsikan.

Baca Juga :  Dewan Kota Minta Pemko Cegah Defisit : Imbangi Pendapatan dengan Pengeluaran

Irwansyah menyampaikan keprihatinannya terkait potensi kerugian dan merusak investasi yang sudah dilakukan jika bangunan tersebut tidak segera difungsikan.

Fasilitas ini, yang memiliki desain modern yang memadukan kekinian dengan keindahan pemandangan Krueng Aceh, menawarkan potensi besar sebagai destinasi kuliner dan wisata di Banda Aceh.

Baca Juga :  Fraksi Gerindra DPRK Banda Aceh Sampaikan Pandangan Terhadap Raqan ABPK 2026

Politisi PKS ini mengingatkan bahwa ketidakaktifan Seuramoe Krueng Aceh dapat dianggap sebagai pemborosan dan kurangnya keseriusan dalam pengelolaannya, terutama mengingat biaya besar yang telah dikeluarkan untuk pembangunannya.

Selain itu, ia mengekspresikan keprihatinannya terkait kemungkinan kerusakan yang bisa terjadi jika bangunan tersebut terus dibiarkan tidak aktif.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Ajak Pelajar Manfaatkan Masa Muda dengan Baik

Irwansyah juga menyoroti potensi negatif lainnya jika bangunan ini terus tidak aktif, khususnya berkaitan dengan kemungkinan penggunaan yang tidak baik.

Beberapa pihak telah melaporkan adanya aktivitas mencurigakan di sekitar bangunan tersebut, dan Irwansyah mengkhawatirkan hal ini dapat memberikan dampak negatif pada lingkungan sekitar.

Baca Juga :  Jaga Konsistensi Layanan, Disbudpar Aceh Ajak Perkuat Ekosistem Wisata Halal Muslim

Dalam konteks ini, politisi PKS ini mendesak Pemerintah Kota Banda Aceh untuk memberikan klarifikasi segera mengenai alasan ketidakaktifan Seuramoe Krueng Aceh.

Irwansyah juga menilai bahwa pemanfaatan fasilitas tersebut bukan hanya akan memberikan dampak positif dalam hal pariwisata dan kuliner, tetapi juga akan menjadi sumber pendapatan yang signifikan bagi daerah.

Baca Juga :  Tujuh Fraksi DPRA Setujui Pertanggungjawaban APBA 2025, Soroti SiLPA Rp 518 Miliar

“Dengan menghidupkan pusat kuliner dan wisata tersebut, bukan hanya akan mendatangkan pendapatan langsung melalui pajak dan retribusi, tetapi juga dapat memberikan dorongan bagi perekonomian lokal dan membuka peluang investasi lebih lanjut,” ungkap Irwansyah.

Pernyataan Irwansyah mencerminkan harapan DPRK Banda Aceh untuk melihat Seuramoe Krueng Aceh menjadi salah satu ikon wisata kuliner yang membanggakan.

Dalam menghadapi tantangan ini, penting bagi pihak terkait untuk merespons dengan segera dan mengambil langkah-langkah konkret guna mendukung pengembangan pariwisata dan perekonomian kota. [Adv]

DPRK

Fraksi Golkar-PKB-PPP DPRK Banda Aceh mendesak agar perubahan APBK 2026 tidak hanya sekadar angka, tetapi berfungsi untuk pembangunan dan pelayanan publik.

DPRK

Fraksi PKS DPRK Banda Aceh mengusulkan alokasi anggaran yang tepat untuk APBK 2026, menekankan pada sektor vital dan evaluasi program yang tidak efektif.

DPRK

Fraksi Gerindra DPRK Banda Aceh menyampaikan pandangan terkait Raqan ABPK 2026, mendesak optimalisasi anggaran untuk pelayanan dasar dan peningkatan pendapatan.

DPRK

Fraksi Demokrat DPRK Banda Aceh mengemukakan pandangan soal Raqan Perubahan APBK 2026, menekankan pentingnya pengelolaan keuangan daerah yang transparan.

DPRK

Fraksi Nasdem DPRK Banda Aceh sampaikan pandangan tentang Raqan APBK 2026, menekankan pelayanan publik yang berkualitas dan anggaran berbasis kesejahteraan.