Tahun ini, sebanyak 16 pasangan finalis dari kabupaten/kota se-Aceh berpartisipasi dan akan menjalani rangkaian karantina meliputi pelatihan branding, public speaking, digital content, ekonomi kreatif, pengetahuan budaya, hingga praktik lapangan. Dedy berharap proses ini dapat menjadi kesempatan emas bagi para finalis untuk mengembangkan kapasitas diri dan memperluas jejaring.
Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Aceh sekaligus Ketua Panitia, Akmal Fajar, menjelaskan bahwa pemilihan tahun ini mengusung tema “Sustainable Journey, Lasting Legacies”. Tema tersebut menekankan bahwa perjalanan finalis tidak berhenti pada kompetisi, tetapi berlanjut menjadi kontribusi nyata bagi masa depan pariwisata Aceh.
Akmal menambahkan, sebelum memasuki masa karantina, para finalis telah mengikuti pelatihan kesadaran bela negara di Rindam Iskandar Muda pada 18–19 November. Pelatihan ini bertujuan membentuk kedisiplinan, menumbuhkan cinta tanah air, serta memperkuat nilai persatuan. Pada hari pertama karantina, finalis juga menerima materi sadar narkoba dan anti-terorisme untuk meningkatkan pemahaman mereka terhadap ancaman narkotika dan radikalisme.
Puncak acara, Malam Penobatan Agam Inong Aceh 2025, akan digelar pada 29 November 2025. Finalis terbaik dari 16 kabupaten/kota akan bersaing memperebutkan gelar duta pariwisata Aceh 2025.
“Acara ini diharapkan melahirkan generasi muda Aceh yang cerdas, berkarakter, dan mampu membawa nama baik Aceh di kancah nasional maupun internasional,” kata Akmal.(Adv)












