“Dekranasda Aceh siap menampung hasil karya para perajin Aceh, termasuk hasil karya para perajin ecoprint Sabang, karena salah satu fungsi utama kami adalah mendorong kualitas produk kerajinan dan melestarikan budaya serta meningkatkan kesejahteraan perajin, khususnya memajukan sektor UMKM melalui pemasaran produk lokal,” ujar Kak Na.
Namun, Kak Na juga mengingatkan para perajin untuk terus meningkatkan kualitas produksi agar hasil karya para perajin bisa dipasarkan lebih luas, tidak hanya nasional tetapi juga ke mancanegara.
Kak Na menambahkan, Sabang merupakan destinasi wisata yang sudah sangat dikenal luas bahkan hingga ke mancanegara. Potensi wisata ini harus benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat setempat, termasuk juga sektor terkait, mulai dari makanan jajanan dan buah tangan khas Sabang.
“Ke depan, kita akan bekerja sama dengan dinas dan lembaga terkait untuk menggelar pelatihan dalam upaya peningkatan kapasitas pengrajin, tak hanya ecoprint tapi juga kerajinan lainnya,” kata Kak Na.
Pada kegiatan tersebut, Kak Na turut didampingi oleh Ketua Dekranasda Kota Sabang Nuri Zulkifli dan Wakil Ketua Dekranasda Kota Sabang Erwani Meuthia. []
The post Kak Na: Produk Ecoprint Harus Jadi Alternatif Baru Oleh-oleh Khas Sabang appeared first on BIRO ADMINISTRASI PIMPINAN SETDA ACEH.




