Scroll untuk baca artikel
HeadlineLini Aceh

Kegagalan Kafilah Aceh Besar, Meraih Juara Umum di MTQ

35
×

Kegagalan Kafilah Aceh Besar, Meraih Juara Umum di MTQ

Sebarkan artikel ini

Muhammad Iswanto: Gagal dan Sukses Adalah Bagian dari Takdir

Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto dan pj Ketua TP PKK Aceh Besar bersama kafilah MTQ Aceh Besar foto bersama di depan panggung Utama MTQ ke 36 Kabupaten Simeulue di Pelabuhan Sinabang, Kabupaten Simeulue, Sabtu (02/12/2023). Foto : Pemkab Aceh Besar
Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto dan pj Ketua TP PKK Aceh Besar bersama kafilah MTQ Aceh Besar foto bersama di depan panggung Utama MTQ ke 36 Kabupaten Simeulue di Pelabuhan Sinabang, Kabupaten Simeulue, Sabtu (02/12/2023). Foto : Pemkab Aceh Besar

LM – Kafilah Aceh Besar harus menelan kekecewaan setelah gagal meraih predikat juara umum pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Aceh ke-36 yang berlangsung di Sinabang. Sebelumnya, kafilah ini telah sukses menjadi juara umum dua kali secara beruntun di MTQ Aceh ke-34 di Pidie dan MTQ Aceh ke-35 di Bener Meriah. Namun, di Sinabang, impian untuk meraih hattrick juara umum harus pupus. Sabtu, 2 Desember 2023.

Baca Juga :  Tradisi Seumeuleung di Lamno, Aceh Jaya: Meningkatkan Rezeki dan Kebersamaan di Hari Raya Idul Adha

Dewan juri mengumumkan hasil tersebut di penutupan MTQ ke-36, dihadiri langsung oleh Penjabat Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto SSTP MM. Dengan jumlah peserta terbanyak, yaitu di 22 cabang, Aceh Besar awalnya tampil sangat kuat, tetapi harus menerima kenyataan ketika dinyatakan berada di posisi kedua. Mereka terpaut dua poin dari juara umum, Kota Banda Aceh, yang meraih nilai 66, sedangkan Aceh Besar mendapatkan nilai 64.

Meskipun harus merasakan kegagalan, Muhammad Iswanto menunjukkan sikap tangguhnya. Di sela-sela penutupan acara MTQ, Iswanto menyatakan, “Bagi saya, gagal dan sukses adalah fenomena yang sunatullah. Karena itu saya tegaskan, saya tetap bangga dengan perjuangan seluruh jajaran di Kafilah Aceh Besar pada MTQ kali ini yang berada di urutan ke-2.”

Penjabat Bupati juga menekankan pada aspek positif, menyebut bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Dengan nada optimis, ia melanjutkan, “Hana reseuki tanyoe kalinyoe (Tak ada rezeki kita kali ini).” Pernyataan tersebut mencerminkan pandangan bahwa takdir dan rezeki seseorang sudah ditentukan oleh Tuhan.

Baca Juga :  Gubernur Aceh Ajak Masyarakat Bangun Kebersamaan dalam Buka Puasa Bersama

Prestasi Kafilah Aceh Besar tidak bisa diabaikan. Meskipun gagal meraih juara umum, mereka berhasil menjadi kafilah terbanyak yang mengirimkan wakilnya pada babak final di semua 22 cabang yang dilombakan. Iswanto menyatakan kebanggaannya terhadap fakta bahwa semua anggota kafilah ini adalah warga Aceh Besar yang berdomisili di sana, sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang dimiliki oleh masing-masing anggota.

Muhammad Iswanto: Gagal dan Sukses Adalah Bagian dari Takdir

“Pada MTQ ke-36 ini, Aceh Besar menjadi kafilah yang terbanyak mengirimkan wakilnya di babak final, tepatnya pada 22 cabang yang diperlombakan. Qadarullah, banyak yang tak bisa maksimal di final, karena beberapa di antara finalis itu dalam kondisi kesehatan terganggu saat tampil, akibat faktor cuaca. Selain itu, dari sisi teknis, kemampuan kafilah di MTQ XXXVI juga merata,” ungkap Iswanto dengan penuh pengertian.

Meskipun menghadapi beberapa kendala, Iswanto berharap agar prestasi ini bisa menjadi motivasi untuk tampil lebih baik di MTQ ke-37 mendatang. Ia mengakui bahwa sebagian finalis kali ini merupakan qari-qariah yang pertama kali tampil di tingkat provinsi. Iswanto memberikan apresiasi kepada seluruh anggota kafilah yang telah berjuang keras dan tampil maksimal.

Baca Juga :  Di MTQ, Kafilah Banda Aceh Berbagai Cabang Melaju ke Final

“Pj Bupati Aceh Besar berharap agar untuk ke depan di MTQ ke-37, Aceh Besar akan tampil lebih baik lagi karena yang berjuang kali ini rata-rata qari-qariah yang pertama kali tampil di event tingkat provinsi. Ini juga menjadi pengingat bagi kita khususnya Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh Besar, agar ke depan lebih maksimal lagi dan insya Allah tentu harus diiringi dengan usaha yang juga lebih maksimal,” ujar Iswanto dengan harapan besar.

Meskipun kegagalan dirasakan, Iswanto tetap memberikan dukungan dan semangat kepada seluruh kafilah dan elemen di Aceh Besar. Dalam penghujung pernyataannya, ia mengajak semua pihak untuk tetap berbangga dan berjiwa besar menerima hasil di MTQ kali ini di Sinabang. “Insya Allah, masyarakat Aceh Besar selalu bersama kita. Tetap jaga kebersamaan dan kekompakan kafilah dan jaga keselamatan di perjalanan pulang. Atas nama pribadi dan Forkopimda serta Pemkab Aceh Besar, kami mengucapkan terimakasih atas semua usaha dan dedikasi yang telah diberikan di MTQ ke-36 Sinabang. Insya Allah masih ada kesempatan untuk kembali mempersiapkan diri di MTQ ke-37 tahun 2025 mendatang,” pungkas Iswanto dalam nada optimis.[red]

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca