Linimedia.id – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah ST, mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying atau membeli bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan di tengah antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU di Kota Banda Aceh.
Menurutnya, fenomena antrean panjang kerap menimbulkan kekhawatiran yang tidak perlu di masyarakat dan justru bisa dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk meraih keuntungan.
“Warga diharapkan membeli BBM bukan karena panik, tapi karena memang kebutuhan. Beli secukupnya saja,” kata Irwansyah saat ditemui di Banda Aceh, Jumat (6/3/2026).
Imbauan ini disampaikan Irwansyah setelah melakukan komunikasi melalui panggilan video dengan pihak PT Pertamina TBBM Krueng Raya pada Kamis (5/3/2026) malam. Dari penjelasan Pertamina, saat ini tangki-tangki di TBBM Krueng Raya masih memiliki stok BBM dalam jumlah besar, mencakup jutaan liter untuk berbagai jenis bahan bakar, termasuk Pertalite, Pertamax, dan Solar.
Bahkan, pada Minggu mendatang, 7 Maret 2026, dijadwalkan satu kapal tanker akan merapat ke Krueng Raya membawa tambahan 2 juta liter BBM jenis Pertalite dan Solar. Penambahan pasokan ini dipastikan akan menjaga ketersediaan BBM di SPBU tetap stabil dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Selain itu, untuk memperlancar distribusi dari TBBM ke SPBU, Pertamina juga akan menambah armada mobil tangki. Langkah ini dilakukan agar pengiriman BBM tetap cepat meski terjadi antrean panjang di beberapa SPBU. Dengan begitu, stok di SPBU akan selalu tersedia tanpa menimbulkan kepanikan di masyarakat.
Berdasarkan data dari Pertamina per 5 Maret 2026, stok BBM di TBBM Krueng Raya adalah sebagai berikut: Pertalite 3,8 juta liter, Pertamax 2,9 juta liter, Solar 2,1 juta liter, dan Avtur 1,2 juta liter. Selain itu, beberapa kapal tangker telah dijadwalkan tiba dalam beberapa pekan mendatang, antara lain kapal tangker Samudera Ayu pada 10 Maret dan kapal tangker Garuda Asia yang dijadwalkan tiba pada pertengahan Maret.
Irwansyah menegaskan, kondisi ini membuktikan bahwa pasokan BBM di Kota Banda Aceh aman dan tidak perlu menimbulkan kepanikan. Ia mengingatkan masyarakat untuk tetap bijak dalam membeli BBM dan tidak mudah terprovokasi isu yang bisa dimanfaatkan oleh pihak tertentu.
“Panic buying bisa dimanfaatkan oknum tertentu untuk menimbun BBM, mengantre berkali-kali, lalu menjual kembali dengan harga lebih tinggi. Padahal Pertamina sudah memastikan stoknya aman,” tegas politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
Lebih jauh, Irwansyah menyebut bahwa masyarakat Banda Aceh sebelumnya pernah menghadapi situasi serupa saat bencana. Saat itu, edukasi dan komunikasi yang tepat mampu menenangkan warga sehingga kepanikan berhasil diminimalisir. Ia yakin masyarakat kini bisa memahami situasi dan membeli BBM sesuai kebutuhan tanpa berlebihan.
Ia juga menekankan pentingnya solidaritas dan kepedulian masyarakat dalam menghadapi isu-isu terkait energi. Menurutnya, membeli BBM secukupnya tidak hanya melindungi kepentingan pribadi, tetapi juga membantu kelancaran distribusi dan ketersediaan bagi semua pengguna.
“Silakan membeli jika memang diperlukan. Jangan membeli karena panik atau mengikuti antrean panjang tanpa alasan. Dengan begitu, kita semua akan terbantu dan tidak menimbulkan masalah baru,” jelasnya.
Selain mengimbau masyarakat, Irwansyah juga mengingatkan pihak SPBU untuk tetap transparan dalam melayani pelanggan dan memastikan proses distribusi berjalan lancar. Penataan antrean, pemantauan stok, dan pelayanan yang profesional menjadi kunci agar masyarakat tidak terganggu dan tidak ada kepanikan yang tidak perlu.
Di akhir pernyataannya, Irwansyah kembali menegaskan komitmen DPRK Banda Aceh untuk terus memantau ketersediaan BBM di kota dan menjadi penghubung informasi yang akurat kepada masyarakat. Ia berharap edukasi ini dapat membangun kesadaran masyarakat agar tetap tenang dan bijak dalam mengantisipasi isu yang berpotensi menimbulkan kepanikan.
“Intinya, beli secukupnya, gunakan BBM dengan bijak, dan jangan mudah terprovokasi isu-isu yang tidak jelas. Mari bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan pasokan energi di Banda Aceh,” pungkas Irwansyah.[***]












