Ia menuturkan bahwa kerja sama yang erat antara Kodam IM dan Kemhan RI merupakan contoh nyata sinergi antarlembaga pemerintah untuk menciptakan dampak langsung yang dirasakan oleh masyarakat luas, khususnya di sektor pangan dan pertanian.
Mayjen TNI Niko Fahrizal berharap, ke depan, program pembangunan dan pemanfaatan Solar Dryer Dome ini dapat terus diperluas dan diperkuat, baik dari sisi jumlah unit maupun intensitas pendampingan dari satuan kewilayahan TNI AD. Pangdam juga mengajak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk bersinergi lebih kuat dalam pengembangan teknologi tepat guna di sektor pertanian.
“Kami berharap, melalui SDD ini, kesejahteraan petani dapat terus meningkat dan Aceh menjadi contoh provinsi yang mandiri dalam pengelolaan pascapanen. Ini adalah kontribusi nyata Kodam IM dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kedaulatan ekonomi dari desa,” pungkasnya.
Dengan rampungnya pembangunan 62 unit Solar Dryer Dome tersebut, Kodam Iskandar Muda tidak hanya memperkuat peran strategisnya dalam sektor pertahanan, tetapi juga menjadi pendorong utama dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat pedesaan yang berorientasi pada ketahanan pangan nasional.***












