Lebih lanjut, Hendardi menyatakan bahwa sejumlah agenda politik dalam tahun ini akan menjadi penentu utama integritas Polri dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban, melindungi serta melayani masyarakat, serta melakukan penegakan hukum.
“Polri juga akan diuji dengan berbagai dinamika politik di ruang publik, baik melalui penggunaan instrumen hukum, persidangan oleh massa dalam kasus-kasus yang direkayasa oleh pihak tertentu, maupun dengan mengantisipasi perilaku para pengusaha konflik yang ingin mengganggu keamanan. Mereka akan mendapatkan ruang untuk mempolitikkan berbagai hal, sehingga dapat mendapatkan manfaat dan insentif politik elektoral,” tambahnya.












