“Saya telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran untuk terus menjaga semangat pengabdian, membangun sinergi lintas sektor, dan selalu hadir menjadi solusi atas kesulitan masyarakat. Babinsa harus menjadi pelopor dalam setiap upaya peningkatan kesejahteraan warga desa,” lanjut Pangdam IM.
Pangdam juga menyampaikan harapan besar agar pendampingan Babinsa di masa musim tanam ini tidak berhenti sebagai kegiatan insidental, tetapi menjadi bagian dari gerakan berkelanjutan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional.
“Dengan kerja nyata, semangat kebersamaan, dan sinergi antara TNI dan masyarakat, saya yakin Aceh dapat menjadi contoh keberhasilan dalam mendukung ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Sebagai penegasan, Pangdam Iskandar Muda menambahkan bahwa Kodam IM senantiasa peduli terhadap berbagai persoalan dan kesulitan yang dihadapi masyarakat. Salah satu tugas pokok Kodam IM adalah melaksanakan pembinaan teritorial melalui komunikasi sosial dan aksi nyata di lapangan.
“Ini adalah implementasi dari salah satu butir dalam 8 Wajib TNI, yakni mempelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat di sekelilingnya. Karena prajurit Kodam IM harus militan di masa perang dan bermanfaat di masa damai,” tegas Pangdam.
Mengakhiri pernyataannya, Mayjen TNI Niko Fahrizal kembali menegaskan bahwa prajurit Kodam IM harus menjadikan semangat pengabdian sebagai napas dalam bertugas. “Sesuai dengan motto Pangdam Iskandar Muda, ‘Sebaik-baik manusia adalah yang bisa bermanfaat bagi orang banyak’, maka saya berharap seluruh jajaran terus memberi kontribusi nyata bagi masyarakat Aceh, khususnya dalam sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ketahanan bangsa,” tutupnya.***












