Namun demikian, terkait permintaan pembiayaan petugas haji melalui APBN, KH. Irfan menjelaskan bahwa hal tersebut berada di luar kewenangan BPH RI. Sementara mengenai usulan penerbangan umrah langsung dari Aceh, ia menyambut positif dan menyatakan akan segera melakukan kajian bersama instansi terkait untuk merealisasikannya.
“Kunjungan kami ke Aceh kali ini sangat istimewa, karena banyak hal yang bisa kami pelajari dari Aceh. Sejak dulu, Aceh telah menunjukkan peran besar dalam penyelenggaraan haji. Bahkan, ulama-ulama Aceh telah memikirkan bagaimana dana haji bisa memberi manfaat kembali bagi masyarakat,” ungkapnya.
KH. Irfan berharap kerja sama antara Pemerintah Aceh dan BPH RI dapat terus berjalan lancar dan saling memperkuat dalam pelayanan kepada jemaah.
Acara jamuan makan malam ini turut dihadiri oleh sejumlah pihak terkait, di antaranya pihak Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh, Pemko Banda Aceh, hingga kepala SKPA terkait.
Kunjungan Kepala BPH RI ini diharapkan menjadi momentum awal bagi kerja sama yang lebih erat antara Pemerintah Aceh dan BPH RI dalam mewujudkan pelayanan haji dan umrah yang lebih baik, efisien, dan berpihak kepada masyarakat Aceh.***












