Pangdam IM menyampaikan bahwa tugas ini bukan hanya tanggung jawab sebagai prajurit, tetapi juga sebagai duta bangsa yang membawa nama baik Indonesia di forum internasional. Oleh karena itu, profesionalisme, sikap disiplin, serta semangat juang harus selalu dijaga dalam setiap langkah pengabdian di daerah misi.
Pangdam IM menambahkan bahwa latihan dan pembekalan yang telah diterima selama persiapan menjadi bekal penting dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Selain itu, kemampuan komunikasi dan kerja sama dengan pasukan dari negara lain juga menjadi faktor utama dalam keberhasilan misi perdamaian.
Panglima berpesan kepada seluruh personel agar selalu menjaga kekompakan, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, serta menjalankan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab. Selain itu, prajurit diminta untuk senantiasa menjalin hubungan baik dengan masyarakat lokal guna memperkuat kepercayaan dan citra positif kontingen Indonesia di Lebanon.
Pangdam IM berharap seluruh prajurit dapat menjalankan tugas dengan baik dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat serta membawa pengalaman berharga yang dapat diaplikasikan dalam berbagai tugas di dalam negeri. Selain itu, Pangdam IM juga berharap agar seluruh personel tetap menjaga kondisi fisik dan mental, serta terus mengutamakan keselamatan dalam setiap operasi yang dijalankan.
Diharapkan, dengan keberangkatan Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL ini, Indonesia semakin diakui sebagai negara yang berkomitmen dalam menciptakan perdamaian dunia. Keberhasilan misi ini juga akan menjadi kebanggaan bagi seluruh rakyat Indonesia, khususnya keluarga besar TNI yang senantiasa mendukung kiprah prajurit dalam mengemban tugas negara di kancah internasional.












