Sementara itu, Pangdam IM Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P. menegaskan bahwa proses seleksi penerimaan prajurit harus dilakukan secara objektif dan bebas dari segala bentuk intervensi maupun kecurangan.
“Proses rekrutmen ini merupakan amanah besar. Kita harus memastikan bahwa yang terpilih benar-benar adalah putra-putra terbaik bangsa yang memiliki semangat pengabdian, dedikasi tinggi, dan komitmen kuat untuk membela serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya tegas.
Pangdam juga mengingatkan para peserta agar tetap bersyukur dan tidak menyerah, apapun hasil yang nanti diterima. “Keberhasilan ini adalah hasil dari kerja keras dan kesiapan diri yang matang, baik secara fisik, mental, maupun moral. Namun demikian, apapun hasilnya nanti, seluruh peserta harus tetap bersyukur dan menjadikan pengalaman ini sebagai pelajaran berharga untuk terus berjuang dan memperbaiki diri,” katanya.
Ia menambahkan, TNI AD akan terus membuka kesempatan bagi generasi muda Aceh dan seluruh Indonesia untuk mengabdi menjadi prajurit TNI AD, selama memenuhi syarat dan memiliki motivasi kuat untuk berbakti kepada bangsa dan negara.
Menutup arahannya, Mayjen Joko Hadi berharap agar seluruh pihak yang terlibat dalam proses seleksi menjaga integritas dan profesionalisme.
“Semoga dari proses ini akan lahir calon-calon prajurit terbaik yang kelak menjadi tulang punggung TNI AD dalam menjaga kedaulatan bangsa dan mendukung pembangunan nasional di berbagai wilayah Indonesia,” pungkas Pangdam IM.***












