Melalui kerja sama ini, sejumlah program akan segera dijalankan, di antaranya pelatihan peracikan parfum bagi pelaku usaha lokal, penguatan kapasitas UMKM, akses pembiayaan, serta pengembangan ekosistem industri parfum dari hulu ke hilir.
Usai penandatanganan MoU, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan pelatihan bagi pelaku industri parfum yang difasilitasi oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Banda Aceh sebagai implementasi awal program.
Dengan kolaborasi ini, Pemerintah Kota Banda Aceh optimistis dapat mempercepat terwujudnya identitas kota sebagai pusat industri parfum nasional, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat secara berkelanjutan. (Riz)








