Pengajian di Meunasah Gampong Kembali Dihidupkan oleh Ajakan Gubernur Aceh

Penjabat Gubernur Aceh, Achmad Marzuki

LM – Penjabat Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, telah meluncurkan inisiatif baru yang bertujuan untuk membangkitkan semangat pengajian di Meunasah Gampong. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk membentuk generasi Qur’ani yang kuat dalam memegang nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Rabu, 9 Agustus 2023.

Baca Juga :  Mengguncang Banda Aceh, Bhayangkara Fest 2023 Siap Pamerkan Alutsista Polri yang Memukau

Surat Edaran (SE) Nomor: 451/11286 yang dikeluarkan oleh Gubernur Marzuki pada tanggal 4 Agustus 2023, menjadi landasan untuk menghidupkan kembali pengajian di Meunasah. Dalam SE tersebut, Gubernur Marzuki menekankan pentingnya memaksimalkan peran Meunasah sebagai tempat pembinaan spiritual dan pemahaman agama bagi masyarakat Aceh.

Dalam wawancara dengan Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, di ruang kerjanya, terungkap bahwa langkah ini adalah bagian dari visi Aceh menuju tahun 2045. “Sebagai daerah yang menerapkan Syariat Islam, Aceh harus berbeda. Generasi Aceh perlu memiliki bekal agama yang kuat agar tidak mudah terpengaruh oleh budaya negatif yang merusak tatanan adat budaya yang Islami,” ujar MTA.

Dalam SE tersebut, Gubernur Marzuki juga mengajak pihak terkait untuk meningkatkan strategi dakwah yang sesuai dengan tuntutan zaman. Penggunaan media modern diharapkan dapat mempermudah penyebaran pesan-pesan agama kepada masyarakat, terutama generasi muda. Langkah ini sejalan dengan visi Aceh untuk mempersiapkan “Generasi Emas” di tahun 2045, yang memiliki pemahaman agama yang kuat serta mampu beradaptasi dengan perkembangan global.

Tak hanya mengajak masyarakat umum, Gubernur Marzuki juga menekankan peran aparatur sipil negara dan masyarakat dalam menerapkan Syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan patroli rutin oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Aceh menjadi bagian dari upaya untuk menegakkan keputusan dan kebijakan terkait Syariat Islam.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Aceh juga turut ditugaskan untuk memastikan penyiaran pesan dakwah yang sesuai dengan norma agama dan adat istiadat Aceh. Hal ini termasuk pengawasan terhadap media televisi dan radio, serta media cetak, guna memastikan konten yang disajikan sesuai dengan nilai-nilai agama.

Baca Juga :  Perjalanan Pj Gubernur Aceh & Rombongan: Dari Jalan Berbatu hingga Malam di Beutong

Dengan berbagai langkah yang diambil oleh Gubernur Marzuki dan pemerintah Aceh, harapannya adalah Aceh akan tetap menjadi daerah yang kuat dalam mempertahankan identitas Islami dan nilai-nilai agama dalam menghadapi perubahan zaman dan tuntutan global. Melalui penghidupan kembali pengajian di Meunasah Gampong dan upaya penguatan Syariat Islam, Aceh menunjukkan komitmennya dalam mempersiapkan generasi yang tangguh dan berkualitas.

Loading

Syaiful
Author: Syaiful