Jakarta – Dalam sebuah acara Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Jakarta, Pj Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Hassanudin, menginspirasi dan memotivasi jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut untuk lebih gigih dalam mengembangkan perencanaan dan mengakselerasi realisasi anggaran daerah mereka. Dalam era teknologi informasi yang serba cepat ini, tuntutan untuk bergerak cepat dan tetap patuh pada regulasi semakin mendesak.
“Jika dulu kita mengenal pepatah ‘semakin pahit semakin bagus,’ sekarang, yang manis pun bisa menjadi yang terbaik. Kalimat ‘biar lambat asal selamat’ tidak lagi relevan dalam zaman ini. Kita harus bergerak cepat dan tetap memastikan keselamatan,” tegas Hassanudin.
Acara yang dihadiri oleh berbagai pejabat penting, termasuk Sekdaprov Sumut Arief S Trinugroho, Dirjen Bina Keuangan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Agus Fatoni (melalui zoom), dan sejumlah pejabat lainnya ini juga menjadi kesempatan bagi Hassanudin untuk memberikan apresiasi kepada mereka yang telah berperan aktif dalam perencanaan dan pengawasan keuangan daerah.
Hassanudin menyoroti pentingnya perencanaan yang matang dan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang sesuai dengan sasaran strategis daerah. Ia juga mengungkapkan harapannya agar penghargaan ‘APBD Award’ bisa diraih oleh Sumut, yang saat ini sudah masuk 10 besar dalam kompetisi tersebut.
Dalam presentasinya, Dirjen Bina Keuangan Kemendagri, Agus Fatoni, menggarisbawahi kebutuhan untuk memastikan bahwa realisasi APBD sesuai dengan perencanaan. Ia menekankan prinsip bahwa anggaran belanja harus didasarkan pada prinsip “money follows program,” yang mengedepankan penggunaan dana untuk mencapai kinerja program yang bermanfaat bagi masyarakat.
Untuk mengatasi kendala lambatnya realisasi APBD di daerah, Agus Fatoni menyarankan beberapa langkah, termasuk menetapkan target pencapaian dalam setiap triwulan, agar tidak ada penumpukan di akhir tahun. Ia juga menyoroti masalah lelang yang sering terlambat dan berulang setiap tahun, serta pentingnya DED, penetapan pejabat pengelola keuangan, dan pengadaan barang/jasa yang tepat waktu.
Untuk mengatasi permasalahan ini, Agus Fatoni menggarisbawahi tiga faktor penting, yaitu kompetensi, komitmen, dan kerjasama. Dengan kompetensi yang kuat, komitmen yang tinggi, dan kerjasama yang solid, masalah-masalah yang mungkin muncul dapat teratasi dengan baik.












