LM – Data terbaru menunjukkan bahwa rabies, penyakit mematikan yang ditularkan melalui gigitan hewan pembawa virus, masih menjadi ancaman serius di Indonesia. Saat ini, 18 provinsi di tanah air belum terbebas dari kasus rabies, yang telah menyebabkan ribuan kematian setiap tahunnya.
Kepala Dinas Peternakan Aceh, Zalsufran, Rabu, 2 Agustus 2023, telah melakukan langkah proaktif dengan menyosialisasikan penyakit ini kepada siswa-siswi SMK Aceh. Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, dia memberikan edukasi tentang ciri-ciri hewan pembawa rabies dan gejala yang muncul jika seseorang terkena gigitan hewan tersebut.
“Rabies merupakan penyakit endemis pada sistem saraf pusat di Afrika dan Asia. Data menunjukkan bahwa sekitar 55 ribu orang meninggal akibat rabies setiap tahun, dengan 56 persen kasus terjadi di Afrika dan 44 persen di Asia,” ungkap Zalsufran.
Sosialisasi yang dilakukan oleh Dinas Peternakan Aceh ini menjadi bagian dari upaya pencegahan dan pengetahuan kepada masyarakat. Masyarakat diharapkan dapat mengenali ciri-ciri hewan pembawa rabies dan segera melapor ke petugas dinas jika menemukan hewan dengan ciri tersebut.
Kadisnak Aceh juga menjelaskan pentingnya penanganan awal jika seseorang terkena gigitan hewan pembawa rabies. Mengingat masa inkubasi rabies yang cukup lama, waktu dua minggu diperlukan untuk melihat efektivitas hasil suntikan Vaksin Anti Rabies (VAR).
“Kita perlu mencuci luka gigitan dengan air mengalir, memberikan obat antiseptik, dan segera membawa korban ke pusat kesehatan atau rabies center untuk mendapatkan VAR,” tambah Zalsufran.












