Medan – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) resmi ditutup di Kota Medan, Kamis (3/7). Mengusung tema “Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat”, forum tahunan tersebut menghasilkan 10 rekomendasi strategis yang akan menjadi suara bersama pemerintah kota dalam memperkuat pembangunan perkotaan yang tangguh, adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.
Rakernas XVIII APEKSI yang berlangsung pada 28 Juni hingga 4 Juli 2026 menjadi wadah bagi pemerintah kota se-Indonesia untuk memperkuat kolaborasi, bertukar pengalaman, serta merumuskan solusi atas berbagai tantangan pembangunan perkotaan. Selain sidang Rakernas, kegiatan juga diramaikan dengan Youth City Changers (YCC), Ladies Program, Forum Kepala Bappeda, Forum Lingkungan Hidup, Forum Komunikasi Digital (Komdigi), Forum Pangan, Forum Bisnis dan Investasi, Karnaval Budaya Nusantara, hingga Indonesia City Expo (ICE).
Berbagai forum tersebut membahas isu-isu strategis yang dihadapi pemerintah kota, mulai dari ketahanan fiskal, pembangunan infrastruktur, transformasi digital, pengelolaan lingkungan dan persampahan, ketahanan pangan, penguatan ekonomi lokal, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik. Seluruh hasil pembahasan kemudian dirumuskan menjadi rekomendasi bersama dalam sidang pleno Rakernas.
Adapun 10 rekomendasi yang disepakati meliputi penguatan kapasitas fiskal dan reformasi hubungan keuangan pusat-daerah, penataan kebijakan ASN dan PPPK, penguatan tata kelola program strategis nasional, percepatan pembangunan infrastruktur dan konektivitas wilayah, transformasi tata kelola pemerintahan berbasis digital, penguatan ketahanan lingkungan, pengembangan ekonomi lokal yang inklusif, penguatan tata ruang dan kerja sama antardaerah, penguatan advokasi hukum dan kepastian regulasi, serta pelibatan generasi muda dalam pembangunan kota secara berkelanjutan.












