Direktur Eksekutif APEKSI, Alwis Rustam, mengatakan rekomendasi tersebut merupakan hasil konsolidasi dari seluruh forum yang berlangsung selama Rakernas. Menurutnya, pemerintah kota memiliki pengalaman langsung dalam menghadapi berbagai persoalan pembangunan sehingga berbagai masukan yang dirumuskan diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan kebijakan di tingkat nasional.
Rakernas XVIII APEKSI juga menegaskan bahwa ketangguhan sebuah kota tidak hanya diukur dari kesiapsiagaan menghadapi bencana, tetapi juga kemampuan membangun ketahanan fiskal, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat ekonomi daerah, mendorong transformasi digital, menjaga kelestarian lingkungan, serta mempererat kolaborasi antarpemerintah demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sebanyak 88 wali kota, empat wakil wali kota, dua sekretaris daerah, dan satu kepala Bappeda hadir mewakili 98 kota anggota APEKSI. Sementara itu, Karnaval Budaya Nusantara diikuti sekitar 2.800 peserta, sedangkan Indonesia City Expo dan bazar menghadirkan 375 pelaku UMKM.
Pemerintah Kota Medan memperkirakan penyelenggaraan Rakernas XVIII APEKSI mampu mendorong perputaran ekonomi hingga sekitar Rp72 miliar. Sepuluh rekomendasi yang dihasilkan selanjutnya akan menjadi agenda advokasi APEKSI kepada pemerintah pusat sebagai bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan kota-kota yang semakin tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan sesuai semangat “Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat.” (*)












