Scroll untuk baca artikel
DPRK

Ramadan di Banda Aceh Harus Tertib, DPRK Minta Patroli Syariat Ditingkatkan

×

Ramadan di Banda Aceh Harus Tertib, DPRK Minta Patroli Syariat Ditingkatkan

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRK Banda Aceh Ismawardi
Anggota DPRK Banda Aceh Ismawardi

Linimedia.id — Anggota DPRK Banda Aceh, Ismawardi, meminta Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Kota Banda Aceh meningkatkan patroli pengawasan selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Hal ini dinilai penting untuk menjaga ketertiban masyarakat sekaligus memastikan suasana Ramadan tetap kondusif dan sejalan dengan penerapan syariat Islam di ibu kota Provinsi Aceh tersebut.

Table of Contents

Ismawardi mengatakan Ramadan merupakan momentum bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, suasana kota harus dijaga agar tetap tertib, aman, dan religius sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk.

“Ramadan adalah bulan yang sangat mulia. Sudah sepatutnya kita menjaga kesuciannya dengan menciptakan lingkungan yang tertib, aman, dan sesuai dengan nilai-nilai Islam. Saya mengapresiasi kinerja Satpol PP dan WH selama ini, namun pada bulan suci ini pengawasan perlu semakin diperkuat,” ujar Ismawardi kepada wartawan, Kamis (19/2/2026).

Menurutnya, aktivitas masyarakat di Banda Aceh cenderung meningkat pada malam hari selama Ramadan, terutama menjelang dan setelah pelaksanaan ibadah tarawih, tadarus, serta berbagai kegiatan keagamaan lainnya. Kondisi tersebut membutuhkan kehadiran aparat penegak qanun untuk memastikan situasi tetap terkendali dan tidak terjadi pelanggaran syariat yang dapat mengganggu ketenteraman masyarakat.

Ia menilai patroli rutin yang dilakukan Satpol PP dan WH harus dibarengi dengan pendekatan persuasif dan pembinaan kepada masyarakat. Dengan pendekatan yang edukatif, aparat tidak hanya berperan sebagai penegak aturan, tetapi juga sebagai pembimbing agar masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga nilai-nilai syariat dalam kehidupan sosial.

Selain penguatan patroli oleh aparat, Ismawardi juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat, termasuk perangkat gampong. Menurutnya, aparatur gampong memiliki peran penting sebagai ujung tombak pembinaan di tingkat lingkungan karena mereka paling dekat dengan masyarakat.

Baca Juga :  DPRK Banda Aceh Sahkan APBK Banda Aceh 2024

“Perangkat gampong adalah pihak yang memahami kondisi sosial di wilayah masing-masing. Karena itu saya mengajak para keuchik, tuha peut, dan aparatur gampong untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap kondusif selama Ramadan,” katanya.

Ismawardi juga mengingatkan para orang tua agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anak dan remaja, khususnya pada malam hari. Ia menilai pengawasan keluarga menjadi benteng utama dalam menjaga generasi muda agar tidak terjerumus pada perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai syariat Islam.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum untuk meningkatkan disiplin, empati, serta kepatuhan terhadap aturan yang berlaku. Dengan pengawasan yang efektif dan kesadaran kolektif masyarakat, angka pelanggaran syariat di Banda Aceh diharapkan dapat ditekan secara signifikan.

Dukungan legislatif terhadap peningkatan pengawasan ini, kata Ismawardi, merupakan bagian dari komitmen DPRK dalam memastikan implementasi qanun berjalan secara konsisten. Namun ia menegaskan bahwa pengawasan tersebut tidak semata-mata berorientasi pada penindakan, melainkan juga pembinaan masyarakat.

“Kita ingin Banda Aceh tetap menjadi contoh dalam penerapan syariat Islam yang humanis, edukatif, dan berkeadilan. Pengawasan harus dilakukan dengan cara yang santun dan profesional sehingga masyarakat merasa dibina, bukan hanya diawasi,” ujarnya.

Sebagai ibu kota Provinsi Aceh yang dikenal dengan julukan Serambi Mekkah, Banda Aceh dinilai memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan dalam menjaga nilai-nilai keislaman. Oleh karena itu, penguatan patroli syariat selama Ramadan menjadi bagian penting dalam menjaga marwah daerah sekaligus menciptakan suasana kota yang damai dan religius.

Ismawardi berharap dengan sinergi antara pemerintah kota, aparat penegak qanun, perangkat gampong, serta partisipasi aktif masyarakat, pelaksanaan Ramadan 1447 Hijriah di Banda Aceh dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh keberkahan.

Baca Juga :  Ketua DPRK Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran

“Ramadan adalah kesempatan untuk memperkuat iman, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan kepedulian sosial. Jika semua pihak saling bekerja sama menjaga ketertiban, maka Banda Aceh akan tetap menjadi kota yang religius, damai, dan bermartabat,” pungkasnya.[***]

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca