Scroll untuk baca artikel
Wisata

Rapai dalam Tantangan Modernisasi: Antara Panggung Tradisi dan Industri Kreatif

0
×

Rapai dalam Tantangan Modernisasi: Antara Panggung Tradisi dan Industri Kreatif

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi.

 

Meski demikian, modernisasi juga menghadirkan ancaman. Ketika rapai memasuki industri yang menuntut kecepatan dan nilai komersial, risiko penyederhanaan makna menjadi sangat besar. Pukulan yang dulu dimaknai sebagai simbol zikir atau spiritualitas dapat berubah menjadi sekadar efek ritmis. Syair yang selama ini mengandung pesan moral bisa tereduksi menjadi lirik yang mengejar popularitas tanpa substansi. Jika nilai-nilai ini terus terkikis hanya untuk tuntutan pasar, rapai dapat kehilangan rohnya. Seni yang seharusnya menjadi sarana pendidikan moral berpotensi berubah menjadi sekadar komoditas hiburan.

Table of Contents

 

Di sinilah pentingnya peran generasi senior—para maestro rapai, guru adat, dan budayawan—untuk menjadi penjaga autentisitas. Mereka harus memastikan bahwa tradisi teknik pukulan, makna syair, dan filosofi rapai tidak lenyap dalam arus komersialisasi. Sedangkan generasi muda perlu mengambil peran sebagai pembaharu, menciptakan kreativitas tanpa merusak fondasi nilai. Kolaborasi antar generasi menjadi jalan yang ideal: generasi tua menjaga akar spiritual dan makna kebudayaan, sementara generasi muda mengembangkan cabang artistik dan membawa rapai ke ruang yang lebih modern.

 

Selain itu, pemanfaatan teknologi digital juga menjadi peluang besar untuk pelestarian. Melalui media sosial, platform video, hingga aplikasi musik, rapai dapat menjangkau audiens luas tanpa batas geografis. Anak muda yang sebelumnya tidak mengenal rapai secara langsung dapat belajar, menonton, bahkan menjadi bagian dari komunitas kreatif rapai. Dengan cara ini, rapai dapat hidup di tengah generasi baru: sebagai identitas, kebanggaan, sekaligus media ekspresi kreatif.

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca