Rapai pada akhirnya tidak boleh hanya dilestarikan sebagai peninggalan sejarah. Ia harus terus hidup sebagai bagian dari kehidupan sosial, budaya, dan industri kreatif yang sehat. Rapai bukan hanya alat musik; ia adalah guru yang mengajarkan harmoni, kebersamaan, dan spiritualitas. Jika rapai mampu tetap setia pada nilai-nilai dasarnya meski hadir dalam bentuk modern, maka dentumannya akan terus menggetarkan jiwa, dari panggung tradisi hingga panggung dunia.(Adv)












