Sejalan dengan proposal itu, Moskow juga menuntut agar NATO menghentikan ekspansi ke timur menuju perbatasan Rusia dan menghindari mengundang negara-negara pasca-Soviet ke dalam aliansi Barat, atau membuat pangkalan militer di wilayah mereka.
Selain itu, Lavrov menjelaskan Rusia tidak akan mengizinkan Ukraina mendapatkan senjata nuklir, menyindir Presiden Ukraina Zelensky yang mengancam bulan lalu untuk merevisi status non-nuklir Ukraina dan memulai pembicaraan tentang Memorandum Budapest.
Memorandum Budapest tentang Jaminan Keamanan terdiri dari tiga perjanjian politik identik yang ditandatangani pada konferensi Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE) di Budapest, Hongaria, pada 5 Desember 1994.
Memorandum tersebut menetapkan jaminan keamanan oleh para penandatangannya mengenai aksesi Belarusia, Kazakhstan, dan Ukraina untuk Non-Proliferasi Nuclear Weapons Treaty.
Memorandum itu awalnya ditandatangani tiga kekuatan nuklir, termasuk Rusia, Inggris, dan AS.
Secara terpisah dalam wawancara Al Jazeera, Lavrov menegaskan Krimea adalah bagian penting dari Rusia dan topik tersebut “tidak dapat didiskusikan”.
Lavrov berbicara setelah juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan delegasi Rusia akan menunggu para negosiator Ukraina di lokasi pembicaraan pada Rabu malam. Peskov sebelumnya menegaskan ajudan Presiden Rusia Vladimir Medinsky tetap menjadi negosiator utama Rusia dalam pembicaraan Rusia dengan Ukraina.
Pernyataan itu menyusul para pejabat Rusia dan Ukraina yang mengakhiri putaran pertama pembicaraan di wilayah Gomel, Belarusia pada Senin.












