Pembicaraan tersebut bertujuan menemukan cara untuk mengakhiri konflik Ukraina.
Vladimir Medinsky mengatakan kepada wartawan bahwa selama negosiasi, kedua pihak berhasil menemukan “beberapa poin umum” di mana mereka “memprediksi posisi umum dapat ditemukan”.
Dia mengatakan kedua belah pihak telah menyepakati putaran kedua negosiasi, yang dijadwalkan di Belarusia akhir pekan ini. Pernyataan itu dikuatkan Leonid Slutsky, anggota delegasi Rusia dan kepala Komite Urusan Luar Negeri Duma, yang menekankan kedua belah pihak telah menemukan “sejumlah poin penting di mana kemajuan dapat dicapai”.
“Delegasi Ukraina siap mendengarkan dan berpartisipasi dalam diskusi paling rinci tentang esensi masalah dalam agenda hari ini. Hasil utamanya adalah bahwa negosiasi itu sendiri terjadi, bahwa para pihak saling mendengar,” ungkap Slutsky.
Pembicaraan itu dilakukan di tengah operasi militer khusus Rusia untuk demiliterisasi dan “de-Nazify” Ukraina, yang diumumkan Presiden Vladimir Putin pada 24 Februari 2022.
Langkah Putin itu setelah permintaan oleh Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk (DPR dan LPR) untuk bantuan menyusul peningkatan serangan oleh tentara Ukraina.
Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia telah berulang kali menggarisbawahi angkatan bersenjata negara itu hanya menargetkan infrastruktur militer Ukraina dengan senjata presisi dan bahwa warga sipil Ukraina keluar dari bahaya.
Dalam perkembangan terakhir, juru bicara Kemhan Rusia Igor Konashenkov mengatakan angkatan bersenjata Rusia telah mengambil kendali penuh atas kota Kherson di Ukraina selatan saat DPR dan LPR melanjutkan serangan mereka terhadap Angkatan Darat Ukraina.












