Di tengah kekayaan kuliner Nusantara, Aceh Besar memiliki satu hidangan yang tak hanya kuat di rasa, tetapi juga sarat makna budaya: Sie Reuboh. Masakan berbahan dasar daging sapi atau kerbau yang diasamkan dengan cuka aren ini telah melewati perjalanan panjang dari generasi ke generasi, menjadikan ia bukan sekadar hidangan, tetapi simbol ketahanan, kearifan, dan kehangatan dapur orang Aceh.
Aroma khas yang tercium ketika penutup belanga dibuka adalah pintu menuju masa lalu. Bagi masyarakat Aceh Besar, Sie Reuboh adalah jejak hidup para leluhur yang dahulu menghadapi berbagai keterbatasan, terutama ketika musim paceklik datang. Di masa itu, kebutuhan untuk menyimpan makanan dalam waktu lama tanpa bantuan teknologi modern melahirkan solusi kuliner yang cerdas: mengasinkan daging dengan memanfaatkan cuka aren dan rempah alami. Cuka aren berfungsi sebagai pengawet, sementara rempah seperti bawang merah, bawang putih, cabai, kunyit, dan garam menjaga cita rasanya tetap segar dan tahan lama.
Table of Contents
Toggle
Hidangan ini dulunya dibuat dalam jumlah besar pada momen tertentu, seperti setelah penyembelihan hewan kurban, upacara adat, atau panen raya. Daging yang melimpah diolah agar tidak terbuang, lalu disimpan dalam tempayan tanah liat atau wadah tradisional lainnya. Menariknya, semakin lama disimpan, cita rasanya justru semakin matang dan nikmat. Hingga kini, sebagian keluarga Aceh Besar masih mempertahankan kebiasaan menyimpan Sie Reuboh sebagai stok lauk yang bisa disantap kapan saja, terutama ketika waktu memasak terbatas.
Namun keberadaan Sie Reuboh tidak hanya bertujuan praktis. Ia juga menyimpan cerita tentang cara masyarakat Aceh menghargai alam dan memaksimalkan potensi bahan di sekitar mereka. Penggunaan cuka aren—atau ie juk—adalah bukti betapa eratnya hubungan masyarakat Aceh Besar dengan pohon aren yang tumbuh subur di berbagai perbukitan daerah tersebut. Proses pembuatan cuka aren sendiri memerlukan keterampilan khusus, mulai dari penyadapan hingga fermentasi, sehingga nilai budaya Sie Reuboh semakin berlapis dan kaya.
Bagikan ini:
Pos Terkait
Baca Juga
Eksplorasi konten lain dari LiniMedia
Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.












