Scroll untuk baca artikel
Wisata

Timphan: Filosofi Lembut dari Balutan Daun Pisang

0
×

Timphan: Filosofi Lembut dari Balutan Daun Pisang

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi.

Di setiap sudut rumah orang Aceh, terutama menjelang hari-hari besar seperti Idulfitri, Iduladha, atau upacara adat tertentu, ada satu aroma yang tak pernah gagal membangkitkan kenangan: wangi manis tepung ketan dan pisang yang dipadu dengan harum daun pisang muda. Itulah Timphan—kudapan lembut khas Aceh yang sejak dulu menjadi tanda hadirnya sukacita, kebersamaan, dan penghormatan pada leluhur.

 

Table of Contents

Meski tampak sederhana, Timphan adalah hasil dari proses panjang yang merangkum peran keluarga, perjumpaan lintas generasi, serta kecintaan masyarakat Aceh terhadap tradisi kuliner. Makanan ini tak hanya hadir sebagai suguhan wajib, tetapi menjadi simbol bahwa setiap perayaan membutuhkan sentuhan cinta dari dapur.

 

Proses pembuatan Timphan bukan sekadar rutinitas memasak. Ia lebih mirip ritual keluarga. Para perempuan, terutama ibu dan nenek, berkumpul sejak pagi untuk menyiapkan bahan-bahan segar. Tepung ketan dicampur dengan pisang yang telah dilumatkan hingga halus, menghasilkan adonan elastis dengan rasa manis alami. Di sisi lain, daun pisang dilayukan terlebih dahulu agar lentur dan mudah dibentuk.

 

Kehadiran suara-suara ringan—canda, tawa, cerita tentang masa kecil, hingga nasihat yang diselipkan di sela proses membungkus—menjadikan pembuatan Timphan pengalaman yang hangat. Tak jarang, anak-anak ikut mengintip, bertanya, bahkan mencoba membungkus meski hasilnya belum rapi. Semua ini menjadi bagian dari pewarisan budaya secara alami.

 

Membungkus Timphan memerlukan ketelatenan. Adonan diletakkan di tengah daun pisang, diberi inti srikaya atau kelapa manis, lalu dilipat rapi berbentuk lonjong. Lipatan yang rapi seakan menunjukkan kehalusan budi pembuatnya. Dalam masyarakat Aceh, seseorang yang mahir membungkus Timphan sering dipuji sebagai sosok yang sabar dan teliti.

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca