Dalam rangka promosi kawasan heritage, JKPI juga merencanakan kegiatan “Nusaraya Run” yang akan digelar di kawasan-kawasan pusaka sebagai upaya menghidupkan ruang-ruang bersejarah melalui pendekatan kreatif dan partisipatif.
Sementara itu, Wali Kota Ternate Tauhid Soleman menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan rapat persiapan untuk mematangkan Rakernas dengan tema “Ternate Episentrum Rempah Dunia.” Sejumlah agenda strategis telah disiapkan, termasuk penguatan kerja sama antaranggota melalui konsep aglomerasi warisan budaya.
Ia juga menyoroti persoalan kerusakan cagar budaya dan sejumlah aset bersejarah yang masih dikuasai instansi vertikal. Menurutnya, diperlukan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk menyelamatkan serta mengoptimalkan aset tersebut.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menyampaikan apresiasi atas perhatian Wakil Menteri Dalam Negeri terhadap penguatan kota-kota pusaka. Ia menjelaskan bahwa Banda Aceh juga aktif mempromosikan kawasan heritage dan wisata melalui berbagai event, termasuk kegiatan lari maraton di kawasan bersejarah.
Illiza berharap Wakil Menteri Dalam Negeri dapat hadir dalam Rakernas JKPI di Ternate. Ia menilai konsep aglomerasi warisan budaya sangat strategis untuk menghubungkan potensi antar daerah.
“Seperti kopi Aceh yang bisa hadir di berbagai daerah di Indonesia, demikian pula warisan budaya daerah lain dapat saling terhubung dan saling menguatkan,” ujarnya.
Terkait kerusakan cagar budaya, Illiza menekankan perlunya regulasi yang lebih kuat agar perlindungan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga adaptif terhadap risiko bencana. Ia juga berharap JKPI dapat diperkuat melalui dukungan Kemendagri agar jejaring kota pusaka semakin solid, termasuk dalam membangun koneksi internasional.






