“Kita ingin guru-guru Banda Aceh tidak hanya mengajar, tetapi menginspirasi. Tidak hanya menyampaikan materi, tetapi membentuk karakter. Tidak hanya mengikuti perubahan, tetapi menjadi penggerak perubahan itu sendiri,” ujarnya lagi.
Wali kota juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Putra Sampoerna Foundation atas kemitraan strategis bersama Pemk9 Banda Aceh. “Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan adalah kerja bersama, kerja kolaboratif, bukan kerja sendiri-sendiri. Inilah semangat Banda Aceh sebagai kota kolaborasi.”
Kepada para guru peserta kegiatan, ia menyampaikan satu pesan penting: guru adalah kekuatan utama pendidikan Kota Banda Aceh. “Ikutilah proses profiling ini dengan keterbukaan, kejujuran, dan semangat belajar. Jadikan hasilnya sebagai cermin untuk bertumbuh, bukan sebagai beban,” katanya.
“Pemerintah Kota Banda Aceh berkomitmen untuk terus mendampingi melalui pelatihan, pengembangan kompetensi, dan kebijakan yang berpihak pada peningkatan kualitas pembelajaran,” sebut Illiza.
Di tempat yang sama, Senior Director Putera Sampoerna Foundation Elan Merdy, mengatakan, hasil profiling nantinya akan sangat berguna dalam penyusunan susun peta pelatihan bagi guru yabg sesuai dengan tuntutan zaman. “Kqmi berharap bapak-ibu guru dapat menggunakan kesempatan ini sebaik-baiknya.”
Ia turut menekankan jika Putera Sampoerna Foundation saat ini tidak terafiliasi dengan perusahaan rokok. “Putera Sampoerna adalah nama orang, pendiri yayasan ini. Dan bersama Pemko Banda Aceh kami bertujuan untuk meningkatkan kualitas guru dan pendikan ke depan agar bisa bersaing dengan daerah lain di Indonesia,” ujarnya.












