Scroll untuk baca artikel
HeadlineLini Aceh

Wali Nanggroe Berikan Gelar Kehormatan ke Syuhada Tokoh GAM

×

Wali Nanggroe Berikan Gelar Kehormatan ke Syuhada Tokoh GAM

Sebarkan artikel ini
Ketua Majelis Adat Aceh (MAA), Aceh Besar Asnawi Zainun SH menghadiri pemberian gelar kehormatan Wali Nanggroe kepada tiga Syuhada Tokoh Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Pendopo Wali Nanggroe, Gampong Lamreung, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar. Foto : Pemkab Aceh Besar
Ketua Majelis Adat Aceh (MAA), Aceh Besar Asnawi Zainun SH menghadiri pemberian gelar kehormatan Wali Nanggroe kepada tiga Syuhada Tokoh Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Pendopo Wali Nanggroe, Gampong Lamreung, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar. Foto : Pemkab Aceh Besar

Pemberian gelar kehormatan dilakukan dengan mengenakan medali berupa pin emas, yang disematkan langsung oleh Wali Nanggroe. Tiga tokoh GAM yang mendapatkan penghormatan tersebut adalah anak dari Almarhum Teungku Ishak Daud, Panglima Prang Wilayah Peureulak, anak dari Almarhum Teungku Usman Hanafi, Tuha Peuet Gerakan Aceh Merdeka, dan anak dari Almarhumah Cut Nur Asikin, Pejuang Perempuan.

LM – Penjabat Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto S.STP, MM yang diwakili oleh Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Aceh Besar, Asnawi Zainun SH, menghadiri sebuah acara yang penuh makna, yaitu pemberian gelar kehormatan Wali Nanggroe kepada tiga syuhada tokoh Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Table of Contents

Acara ini menjadi bukti pengakuan terhadap kontribusi besar yang telah diberikan oleh para tokoh GAM dalam perjuangan kemerdekaan Aceh. Asnawi Zainun SH, selaku Ketua MAA Aceh Besar, memberikan penjelasan terperinci tentang peristiwa bersejarah ini.

Baca Juga :  Kapolda Aceh Dorong Warga Lampulo Bersama Ciptakan Lingkungan Aman dan Damai

Pemberian gelar kehormatan dilakukan dengan mengenakan medali berupa pin emas, yang disematkan langsung oleh Wali Nanggroe. Tiga tokoh GAM yang mendapatkan penghormatan tersebut adalah anak dari Almarhum Teungku Ishak Daud, Panglima Prang Wilayah Peureulak, anak dari Almarhum Teungku Usman Hanafi, Tuha Peuet Gerakan Aceh Merdeka, dan anak dari Almarhumah Cut Nur Asikin, Pejuang Perempuan.

Asnawi Zainun SH menjelaskan secara rinci gelar kehormatan yang diberikan kepada masing-masing tokoh. Almarhum Teungku Ishak Daud dianugerahi Gelar Perkasa Alam, sebuah penghargaan yang secara tradisional diberikan kepada panglima tertinggi angkatan bersenjata kerajaan. Sementara itu, Almarhum Teungku Usman Hanafi menerima Gelar Syah Alam, yang merupakan gelar kehormatan setingkat menteri. Gelar Tajul Alam diberikan kepada Almarhumah Cut Nur Asikin, sejalan dengan pengakuan atas peran dan kepemimpinan perempuan dalam perjuangan.

Baca Juga :  Satpol PP dan WH Aceh Besar Gelar Upaya Pemberantasan Rokok Ilegal

Asnawi juga menyoroti bahwa pemberian gelar kehormatan ini merupakan kewenangan Wali Nanggroe, sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang Pemerintah Aceh dan Qanun Nomor 10 tahun 2019. Menurutnya, Wali Nanggroe memiliki hak untuk memberikan dan mencabut gelar kehormatan kepada individu atau badan, dengan menggunakan nama-nama gelar yang bersumber dari tradisi sejarah, bahasa, dan adat istiadat rakyat Aceh.

“Gelar kehormatan ini adalah bentuk apresiasi kepada tokoh yang telah berkontribusi dalam perjuangan Aceh, penegakan dinul Islam, perdamaian Aceh, keadilan, dan kemakmuran Aceh,” ujar Asnawi, melansir dari akun resmi Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, pad Jum’at, 8 Desember 2023.

Dia juga menekankan pentingnya masyarakat Aceh Besar untuk mendoakan para syuhada perjuangan Aceh yang telah tiada, sembari berharap agar mereka mendapatkan balasan syurga dari Allah Subhana Wataala. Pernyataan ini mencerminkan rasa hormat dan doa untuk para pahlawan yang telah berkorban demi perjuangan kemerdekaan Aceh.

Baca Juga :  Berkat Inisiatif Lembaga Wali Nanggroe, Seuramoe Wali Nanggroe Resmi Hadir untuk Masyarakat

Pemberian gelar kehormatan ini tidak hanya sekadar seremonial, tetapi juga memiliki makna mendalam dalam konteks sejarah Aceh. Asnawi mengajak masyarakat untuk menjadikan sejarah para pahlawan Aceh sebagai pedoman, pembelajaran, dan pengingat dalam setiap langkah perjuangan yang diambil.

“Tanpa adanya perjuangan mereka, tidak mungkin kita berada pada posisi ini,” tambahnya dengan penuh penghargaan terhadap jasa-jasa para tokoh yang telah berperan dalam membentuk perjalanan sejarah Aceh.

Pemberian gelar kehormatan ini menjadi momen bersejarah yang menandai penghargaan yang setimpal terhadap perjuangan tokoh-tokoh GAM. Aceh, yang dulu dilanda konflik panjang, kini mengenang dan menghormati mereka sebagai pahlawan yang telah memberikan segalanya demi tegaknya nilai-nilai keadilan, kedamaian, dan kemerdekaan.

Baca Juga :  Mualem Tinjau Industri Unggas Canggih di Henan, Tiongkok

Dalam konteks lebih luas, pemberian gelar kehormatan ini juga mencerminkan semangat rekonsiliasi dan perdamaian yang terus berkembang di Aceh. Pengakuan atas jasa para pejuang kemerdekaan menjadi langkah positif dalam membangun harmoni dan persatuan di tengah masyarakat Aceh yang kaya akan sejarah dan tradisi.[red]

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca