“Masyarakat tidak hanya menilai apa yang kita tegakkan, tetapi bagaimana cara kita menegakkannya,” sebut Illiza.

Masih menurut Illiza, di era keterbukaan saat ini, setiap langkah aparatur mudah terekam dan disorot publik. “Oleh sebab itu, saya meminta seluruh personel Satpol PP/WH Banda Aceh untuk terus meningkatkan profesionalisme, kemampuan komunikasi, pengendalian emosi, serta kepatuhan terhadap prosedur dan aturan yang berlaku.”
“Jadilah aparatur yang tegas namun santun, kuat namun bijaksana, berani namun tetap menjunjung tinggi etika dan hukum,” ujarnya.
“Akhir kata, saya berharap pembaiatan dan penyematan baret hari ini menjadi titik awal pengabdian yang semakin kokoh, tidak hanya dalam menjalankan tugas, tetapi juga dalam menjaga kehormatan institusi dan kepercayaan masyarakat,” demikian amanat wali kota.
Turut hadir dalam prosesi yang berlangsung khidmat tersebut, Direktur Pol PP dan Linmas Kemendagri Bernhard Eduard Rondonuwu, Kasatpol PP/WH Aceh, Sekdako Banda Aceh Jalaluddin, Asisten Pemerintahan Keistimewaan dan Kesra Bachtiar, Kasatpol PP/WH Banda Aceh M Rizal, dan sejumlah pejabat lainnya. (*)












