LM – Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8 menjadi magnet bagi para pengunjung dengan penyajian yang luar biasa dari Tim Media Center dan Prokopim Pemkab Aceh Besar. Mereka menyuguhkan sebuah pameran foto yang menggambarkan dengan indah kehidupan seni, budaya, dan kekayaan pariwisata yang memukau di Kabupaten Aceh Besar. Acara ini berlangsung di Komplek Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, tepat di depan anjungan Kabupaten Aceh Besar, Minggu, 5 November 2023.
Mariadi ST, MM, yang bertindak sebagai Koordinator Pameran Foto Aceh Besar, menjelaskan bahwa pameran ini menampilkan 24 galeri foto yang benar-benar mencerminkan keindahan Aceh Besar dari berbagai aspek kehidupan. Tak hanya sekedar memperlihatkan pesona alamnya, foto-foto ini juga mengabadikan momen-momen bersejarah dan budaya yang berharga.
Dalam koleksi foto yang ditampilkan, terdapat gambaran tentang pernikahan tradisional, seni henna “boh gaca,” pengajian halaqah, dan pesona Pulau Aceh yang memikat. Pengunjung juga dapat menjelajahi keunikan dari pengasah pisau, keindahan tarian tarik pukat dan likok pulo, serta dua masjid bersejarah, yaitu Masjid Ibukota dan Masjid tuha Indrapuri.
Salah satu fakta menarik adalah Masjid tuha Indrapuri, yang dibangun di atas bangunan candi yang berasal dari zaman kerajaan Hindu. Pameran ini juga menghadirkan gambaran yang sangat kuat dari kubah masjid gurah, yang menjadi saksi bisu dari tragedi gempa bumi dan tsunami Aceh pada tahun 2004.
Selain itu, pengunjung juga dapat merasakan nuansa autentik dalam momen “sie reuboh” dengan bumbunya dan melihat nelayan-nelayan sedang merayakan kesuksesan mereka dengan tarian perahu. Juga ada foto yang menangkap momen ketika masyarakat setempat sedang bermain gala, pemandangan persawahan yang menakjubkan, hingga aktivitas penarik pukat yang sangat memikat.
Pameran ini juga menghadirkan aspek kuliner Aceh, seperti gambaran lezat bubur kanji “ie bu peudah”. Selain itu, para pengrajin batik dan tenun dari Aceh Besar turut ambil bagian dalam pameran ini.
Namun, yang tak kalah mengagumkan adalah momen ketika pertunjukan seni “pupok leumo” (adu sapi) dan atraksi “top daboh” (debus) turut diabadikan dalam foto-foto tersebut.
Mariadi menyampaikan harapannya bahwa para pengunjung dapat merasakan sekelumit dari keindahan Aceh Besar melalui pameran ini. Dia juga menekankan bahwa masih banyak aspek dari seni, budaya, dan potensi pariwisata di daerah ini yang belum terkuak. Destinasi wisata menakjubkan seperti air terjun Lhoong, pemandian air tawar di Leupung dan Jalin, Pantai Lampuuk, Lhoknga, ujong batee, pasir putih dan indrapatra, serta air terjun tersembunyi, seperti Tahura, Peucari, Mon Ceunong, air terjun Kuta Malaka, air terjun Luthu, dan air terjun Peukan Biluy, menunggu untuk dieksplorasi oleh para wisatawan. Aceh Besar juga terkenal dengan pemandian air panas yang menenangkan.[red]












