LM – Kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kabupaten Aceh Besar dengan penuh semangat bersiap memasuki babak perburuan gelar terbaik pada MTQ ke-36 tingkat Provinsi Aceh, yang akan digelar di Kabupaten Simeulue. Sebuah kisah kekompakan dan dedikasi tinggi dari para peserta yang siap mempersembahkan karya terbaik dalam cabang Khattil Qur’an.
Pelatih Khattil Qur’an terkemuka, Nasruan Hakim SHum, yang akrab disapa Dek Wan, menyampaikan keyakinan dan semangat kepada seluruh kafilah. Dengan cabang Khattil Qur’an sebagai fokus utama, Dek Wan berharap para peserta dapat memberikan penampilan terbaik dan meraih hasil gemilang di panggung MTQ ke-36 tersebut.
Dek Wan menjelaskan bahwa dalam cabang Khattil Qur’an terdapat empat golongan yang diperlombakan, yakni Naskah, Hiasan Munshaf, Dekorasi, dan Kontemporer. Masing-masing golongan menuntut keahlian dan kreativitas yang berbeda dalam mengekspresikan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Dengan meyakinkan, Dek Wan menyatakan, “Insha Allah, kami akan berjuang untuk memberikan yang terbaik di MTQ ke-36, Aceh.”
Naskah, sebagai salah satu golongan, menonjolkan keindahan tulisan dengan menilai kaidah murni tanpa unsur lain. Hiasan Munshaf, di sisi lain, lebih menekankan pada wajah mushaf atau sampul Al-Qur’an, menciptakan karya seni yang memukau. Sementara Dekorasi menghadirkan unsur-unsur estetika yang memperindah tampilan umum dari naskah Al-Qur’an. Golongan terakhir, Kontemporer, melibatkan seni lukis dengan modifikasi huruf yang bisa bersifat figural, ekspresionis, atau gabungan antara keduanya.
Sebagai seorang pelatih, Dek Wan berkomitmen untuk terus mendampingi dan memberikan masukan kepada setiap peserta. “Supaya mereka bisa tampil dengan maksimal dan meraih hasil yang terbaik di cabang Khattil Qur’an,” ucapnya penuh semangat. Dengan kata-kata penuh inspirasi, Dek Wan meyakinkan bahwa keberhasilan bukan hanya tentang meraih gelar, tetapi juga tentang perjalanan menuju kesempurnaan dan dedikasi terhadap Al-Qur’an.
Dek Wan juga menyoroti perbedaan signifikan antara golongan Khattil Qur’an, termasuk perbedaan dalam segi bahan dan bentuk hasil karya. Menjelaskan lebih lanjut, ia memberikan gambaran yang jelas mengenai fokus masing-masing golongan, memberikan wawasan mendalam kepada masyarakat yang mungkin belum familiar dengan kompleksitas cabang ini.
“Tentu saja, kami tidak dapat mencapai hal ini tanpa dukungan dari masyarakat Aceh Besar. Kami meminta doa dan dukungan dari semua lapisan masyarakat agar kafilah kami bisa memberikan yang terbaik di MTQ ke-36 Aceh di Kabupaten Simeulue,” ungkap Dek Wan. Dalam kebersamaan dan doa bersama, masyarakat diajak untuk merasakan semangat komunitas yang tengah berjuang untuk mengharumkan nama daerah mereka.
Para peserta yang diwakili oleh Kafilah MTQ Kabupaten Aceh Besar, dengan segala talenta dan semangat yang dimilikinya, membutuhkan dukungan dan doa dari masyarakat. Momentum MTQ ke-36 di Simeulue menjadi panggung inspiratif bagi mereka untuk menunjukkan kecintaan mereka terhadap Al-Qur’an dan seni Khattil Qur’an.
Dalam mengakhiri pernyataannya, Dek Wan menyampaikan, “Mohon doa dan dukungan dari semua lapisan masyarakat untuk kafilah kita yang sedang berjuang di MTQ ke-36 Aceh di Kabupaten Simeulue.” Dengan demikian, perjalanan kafilah Khattil Qur’an Aceh Besar menuju kesuksesan di panggung provinsi menggema dengan semangat dan harapan.
Cabang Fahmil Quran, Kafilah MTQ Aceh Besar Masuk Semifinal

Sementara, Kafilah MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran) Aceh Besar di cabang Fahmil Quran Putra dan Putri, Aceh Besar berhasil masuk ke semifinal MTQ ke 36 tingkat Aceh di Kabupaten Simeulue.
Pada babak penyisihan, tim Fahmil Putri Aceh Besar menunjukkan keunggulan dengan memperoleh nilai 1.350. Sebaliknya, tim Fahmil Putra Aceh Besar melaju lebih dulu ke babak semifinal setelah mencatatkan nilai 2.250. Kedua tim ini menunjukkan kualitas yang luar biasa dalam menghadapi persaingan di Gedung BPBD Simeulue, Sinabang, pada hari Selasa, 28 November 2023.
Ketua Kafilah Aceh Besar, Farhan AP, mengungkapkan kebanggaannya terhadap penampilan prima kafilah ini di semua cabang lomba. Dalam keterangannya, Farhan mengatakan, “Alhamdulillah, semua peserta sangat bersemangat dan dalam keadaan sehat wal afiat. Mereka siap untuk memberikan yang terbaik bagi daerah.”
Tim Fahmil Quran Putri Aceh Besar terdiri atas Mahira Asy Syifa sebagai juru bicara, didukung oleh Rafiqatul Aufa dan Raisa Alifa. Sementara itu, tim Fahmil Quran Putra Aceh Besar memiliki M. Fataya Al Muwahhid sebagai juru bicara, dan diisi oleh Rifki Ziyad Farhani dan Baginda Muhammad Bintang A. Gemuruh tepuk tangan pendamping, pelatih, dan tim official Aceh Besar yang hadir, memberikan dukungan gemuruh di Gedung BPBD Simeulue.
Pada babak penyisihan, Tim Fahmil Quran Putri Aceh Besar memberikan performa luar biasa. Mahira Asy Syifa, sebagai juru bicara, menyampaikan bahwa tim ini berhasil menjawab hampir seluruh pertanyaan yang diajukan penguji. Mereka juga unggul dalam babak rebutan, sehingga meraih nilai 1.350. Sementara itu, tim Fahmil Quran Putra Aceh Besar, dengan juru bicara M. Fataya Al Muwahhid, mendapatkan nilai tinggi sebesar 2.250.
Ketua Kafilah Aceh Besar, Farhan AP, menyampaikan kepuasannya terhadap hasil ini. “Hasil ini cukup memuaskan bagi kami, dan mudah-mudahan bisa sampai ke babak final,” ujarnya dengan penuh semangat.
Farhan AP menekankan pentingnya kehadiran pimpinan daerah dalam memberikan motivasi dan semangat kepada para peserta. “Dengan hadirnya pimpinan daerah bisa menambah motivasi dan semangat mereka untuk terus belajar dan berjuang,” ujarnya dengan penuh apresiasi. Kehadiran Pj Bupati Muhammad Iswanto bersama istri di lomba ini menjadi suatu kehormatan dan memberikan dampak positif bagi semangat para peserta.
Ketua Kafilah Aceh Besar, Farhan AP, menyampaikan bahwa prestasi ini tak lepas dari kerja keras dan dedikasi seluruh tim, termasuk para pelatih dan official yang turut memberikan dukungan. “Kami akan terus berlatih dan berdoa agar dapat memberikan yang terbaik di setiap babak kompetisi,” katanya dengan semangat tinggi.
Di akhir pernyataannya, Farhan AP mengajak seluruh masyarakat Aceh Besar untuk bersama-sama memberikan doa dan dukungan. “Doa dan dukungan dari semua lapisan masyarakat sangat berarti bagi kami. Mari kita bersatu padu untuk mendoakan kesuksesan Kafilah Aceh Besar di babak semifinal dan seterusnya,” ungkapnya dengan penuh harap.
Selain itu, Pj Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto, bersama istri Cut Rezky Handayani, turut menyaksikan pertandingan tim Fahmil Quran Aceh Besar. Mereka hadir langsung di Gedung BPBD Simeulue, memberikan semangat kepada para peserta yang sedang bertanding. Muhammad Iswanto memberikan ucapan selamat kepada tim Aceh Besar karena berhasil lolos ke babak semifinal. “Selamat dan semoga bisa jadi juara, yang terpenting jaga kesehatan dan berikan yang terbaik dengan semampu mungkin,” ucapnya dengan tulus.
Muhammad Iswanto juga menyampaikan harapannya kepada seluruh masyarakat Aceh Besar untuk memberikan doa dan dukungan agar Kafilah Aceh Besar dapat melangkah lebih jauh, mencapai babak final, dan meraih gelar juara. “Mohon doa dan dukungan dari semua lapisan masyarakat untuk kafilah kita yang sedang berjuang di tanah Ate Fulawan,” pungkasnya.
Pj Bupati Muhammad Iswanto juga berharap agar keberhasilan ini dapat membawa semangat baru bagi Aceh Besar. Dengan dukungan penuh dari masyarakat, diharapkan Kafilah Aceh Besar dapat menembus babak final dan mencapai prestasi tertinggi.
Seiring dengan keberhasilan di babak penyisihan, Kafilah Aceh Besar kini fokus pada persiapan menuju babak semifinal. Tim Fahmil Quran Putri dan Putra Aceh Besar telah membuktikan kemampuan dan potensi mereka, dan kini semakin mantap untuk melangkah lebih jauh dalam kompetisi ini.
Pj Bupati Support Langsung Kafilah di Arena MTQ

Sementara itu, pada hari pertama perhelatan MTQ ke-36 tingkat Provinsi Aceh, Muhammad Iswanto, didampingi oleh istri tercintanya, tidak hanya menjadi penonton, melainkan menjadi bagian dari momen tersebut. Mereka berpindah dari satu cabang perlombaan ke cabang lainnya, memberikan dukungan dan motivasi kepada setiap peserta.
“Tadi, saya menyaksikan langsung beberapa cabang, salah satunya cabang tuna netra. Alhamdulillah, mereka tampil sangat baik,” ungkap Muhammad Iswanto dengan senyum di wajahnya.
Bersama istri, beliau menyemangati peserta dengan penuh antusiasme. Langkah-langkah ringan mereka membawa semangat baru, mewakili harapan dan doa dari seluruh masyarakat Aceh Besar. Setiap peserta yang tampil diberikan apresiasi, karena mereka telah mengerahkan seluruh kemampuan terbaik untuk meraih hasil yang diinginkan.
“Peserta yang tampil telah mengerahkan seluruh kemampuan terbaiknya untuk meraih hasil yang diinginkan,” pintanya, memberikan penghormatan kepada usaha keras para peserta.
Dalam momen yang sarat makna ini, Muhammad Iswanto menyampaikan harapannya agar peserta dari Kabupaten Aceh Besar mampu memperoleh prestasi terbaik di setiap kategori yang diperlombakan. Doa dan harapan beliau terletak pada usaha keras para peserta yang telah tampil dengan semampu mereka.
“Kita doakan saja, supaya bisa membawa hasil yang terbaik di ajang MTQ ke-36 ini. Mereka sudah tampil dengan semampu mereka, selanjutnya kita serahkan saja kepada Allah. Semoga apa yang kita inginkan bersama bisa tercapai,” pungkasnya.
Selain itu, Muhammad Iswanto menyampaikan harapannya agar peserta Aceh Besar dapat memperoleh prestasi tertinggi di setiap kategori yang diperlombakan. Doa dan harapan beliau adalah doa dari seluruh masyarakat Aceh Besar yang menginginkan kejayaan bagi daerah mereka.
“Kita berharap peserta dari Kabupaten Aceh Besar bisa memperoleh prestasi yang terbaik di setiap kategori yang diperlombakan. Mereka sudah tampil dengan semampu mereka, selanjutnya kita serahkan saja kepada Allah. Semoga apa yang kita inginkan bersama bisa tercapai,” ujarnya penuh optimisme.**






