LM – Nazhira Mustaqilla, mahasiswi berprestasi asal Aceh, kini menjelajahi dunia pendidikan dengan semangatnya yang menginspirasi. Gadis kelahiran provinsi paling barat di Indonesia ini, sejak SMA, telah rela merantau demi meraih pendidikan terbaik di Universitas Brawijaya.
Keberanian Nazhira membawa namanya di berbagai ajang kompetisi dan penghargaan. Meski pernah mengalami penolakan beasiswa dan kegagalan dalam lomba, ia tetap mempertahankan prinsip “Man Jadda Wajada” (Barangsiapa bersungguh-sungguh, pasti akan berhasil).
Nazhira, yang aktif dalam kegiatan BSI Scholarship social project, terus memberikan dampak positif di masyarakat. Beberapa pencapaian internasionalnya melibatkan Juara 2 Conference Sharia Young Leader Summit, Best Speaker Al-Quran Scientific Debate in English, dan Juara 1 International Writing Essay Competition di UiTM Selangor.
Prestasi luar biasa lainnya adalah ketika Nazhira menjadi delegasi dalam Brawijaya Academic Ambassador Program (BAAP) di Thailand. Program ini memungkinkan mahasiswa untuk mengajar di SMA Thailand selama 1 minggu. Nazhira, dengan kemampuan Bahasa Inggris dan pengetahuan Ekonomi Islam, mengajarkan materi Ekonomi Islam di Santichon Islamic School Bangkok.
Thailand, sebagai negara mayoritas Buddha, memiliki komunitas Muslim yang beragam. Nazhira tidak hanya berhasil mengintegrasikan Ekonomi Islam di lingkungan tersebut tetapi juga berkontribusi pada pengenalan konsep halal di industri makanan, di mana Thailand menjadi pengekspor terbesar.
Di tengah kesibukannya, Nazhira memberikan pesan inspiratif untuk para pemuda melalui perjalanan BAAP-nya, “When you have made a decision, then put your trust in Allah. Sejatinya, kesuksesan itu harus didefinisikan oleh diri kita sendiri. Jangan pernah menggunakan kriteria kesuksesan orang lain untuk mendikte kesuksesan kita.”[red]










