Scroll untuk baca artikel
Lini Aceh

Zahratul Ula, Anak Penjahit Sarung Bantal Raih Beasiswa

18
×

Zahratul Ula, Anak Penjahit Sarung Bantal Raih Beasiswa

Sebarkan artikel ini
Ula menjadi pengajar di TPQ Aneuk Nanggroe, sebuah tempat belajar Al-Quran bagi anak panti dan seluruh anak di kawasan Gue Gajah, Aceh Besar.
Ula menjadi pengajar di TPQ Aneuk Nanggroe, sebuah tempat belajar Al-Quran bagi anak panti dan seluruh anak di kawasan Gue Gajah, Aceh Besar.

LM – Zahratul Ula, atau Ula, adalah contoh nyata semangat dan keuletan dalam meraih pendidikan tinggi meski diawali dengan keterbatasan ekonomi. Setelah menamatkan SMA, Ula terpaksa bekerja sebagai penjahit sarung bantal di kampung halamannya karena terkendala biaya.

Namun, keberuntungan berpihak pada Ula saat Yayasan Blood For Life Foundation (BFLF) Kota Sabang berkolaborasi dengan Universitas Serambi Mekkah (USM) untuk membuka peluang beasiswa bagi pelajar. Meskipun awalnya ditujukan untuk anak-anak Sabang, Ula berhasil menjadi salah satu yang terpilih.

Table of Contents

Baca Juga :  Pj Bupati Aceh Besar Pantau Program 'Beut Siat' di Sekolah

Michael Octaviano, Kepala UPTD RSAN yang pernah memberikan pengasuhan kepada Ula, berbicara tentang perjuangan mereka agar Ula mendapatkan kesempatan ini. “Kita berusaha agar Ula mendapatkan fasilitas ini, agar dia bisa kuliah seperti anak-anak lainnya,” ujar Michael Octaviano.

Ula, yang berasal dari keluarga sederhana di Sigli Kabupaten Pidie, kehilangan ayahnya dan ibunya menjadi tulang punggung keluarga. Meski dalam himpitan ekonomi, RSAN memberikan dukungan dengan menyediakan tempat tinggal untuk menghemat biaya kontrak rumah selama Ula menjadi mahasiswa.

Baca Juga :  Menteri Pertahanan RI Tinjau Langsung Sistem Pelatihan Militer di Rindam Iskandar Muda

“Dengan kesungguhan dan perjuangannya, Ula berhasil meraih nilai terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif 3,96. Ini sungguh membahagiakan,” ungkap Michael.

Ula tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Di tengah jadwal kuliah yang padat, Ula bahkan memilih menjadi pengajar di TPQ Aneuk Nanggroe, tempat belajar Al-Quran bagi anak-anak panti dan seluruh anak di kawasan Gue Gajah, Aceh Besar.

Baca Juga :  Istri Seorang Polwan, Putra Aceh Yasir Habib Pimpin Kelurahan di Jakarta Timur

Meski menghadapi kendala, seperti terbatasnya jam operasional kendaraan umum transkutaraja yang digunakan Ula untuk ke kampus, Ula tetap bersyukur. “Intinya kita harus bersyukur dengan apa yang kita punya, apa yang kita dapat, walaupun tidak dengan cara yang instan,” ujar Ula.

Saat ini, Ula berharap bahwa pencapaiannya dapat menjadi motivasi bagi anak-anak di RSAN agar memiliki rasa tanggung jawab dan semangat untuk belajar. “Ini adalah uang pemerintah, saya harus bisa mempertanggungjawabkannya di akhirat kelak,” tutup Ula yang kini masih menyelesaikan semester empat.[red]

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca