Scroll untuk baca artikel
DPRK

Wakil Ketua DPRK Desak Dinas PUPR Segera Perbaiki Jalan T. Iskandar hingga Simpang Tujuh Ulee Kareng

×

Wakil Ketua DPRK Desak Dinas PUPR Segera Perbaiki Jalan T. Iskandar hingga Simpang Tujuh Ulee Kareng

Sebarkan artikel ini

LM– Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Musriadi Aswad, mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banda Aceh segera memperbaiki sejumlah ruas jalan yang berlubang di sepanjang Jalan T. Iskandar hingga simpang tujuh Ulee Kareng. Desakan tersebut disampaikan menyusul keluhan masyarakat yang semakin meningkat terkait kondisi jalan yang semakin parah dan membahayakan pengendara.

Musriadi mengungkapkan, hampir setiap hari ia menerima laporan dari masyarakat yang mengeluhkan kondisi jalan berlubang tersebut. Ia menyebutkan bahwa jalan di sepanjang T. Iskandar dan simpang tujuh Ulee Kareng merupakan jalur utama yang sering dilalui kendaraan, baik oleh masyarakat Banda Aceh maupun pengendara dari luar daerah. Namun, meskipun sudah berbulan-bulan jalan tersebut rusak parah, belum ada tindakan nyata dari pihak terkait.

Table of Contents

“Hampir setiap hari kami mendapat aduan masyarakat, ini segera mungkin harus direspon oleh Dinas PUPR,” ujar Musriadi, Selasa (21/01/2025). Ia menyampaikan bahwa kerusakan jalan ini sudah lama menjadi perhatian publik, namun tidak kunjung mendapat perhatian dari pemerintah setempat.

Menurut Musriadi, jalan T. Iskandar hingga simpang tujuh Ulee Kareng bukan hanya rusak di permukaan, tetapi juga membahayakan keselamatan pengendara. Lubang-lubang besar dan sejumlah retakan di aspal dapat mengakibatkan kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor. Tak jarang, pengendara terpaksa menghindari lubang-lubang tersebut dengan cara yang berisiko, seperti berbelok mendadak di tengah jalan yang padat.

“Ini bukan hanya soal kenyamanan, tetapi soal keselamatan. Kalau dibiarkan terus, bisa ada korban jiwa,” lanjutnya.

Musriadi juga menyoroti status jalan yang rusak. Jalan T. Iskandar dan beberapa ruas lainnya di Banda Aceh memiliki status yang berbeda-beda, ada yang merupakan jalan provinsi, jalan nasional, hingga jalan kota. Hal ini, menurutnya, menjadi tantangan bagi pemerintah dalam hal pembiayaan dan penanganan. Namun, ia menekankan bahwa baik pemerintah kota maupun pemerintah provinsi harus segera berkoordinasi untuk mencari solusi yang tepat agar perbaikan bisa segera dilakukan.

Baca Juga :  Dengar Keluhan Warga, Musriadi Janji Perjuangkan Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga menekankan pentingnya pembenahan jalan-jalan yang ada di Banda Aceh agar kota ini semakin nyaman dan aman bagi warganya. “Pemerintah Aceh dan Kota Banda Aceh harusnya menganggarkan dana untuk perbaikan jalan yang rusak, supaya tidak ada lagi keluhan dari masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Musriadi menyampaikan bahwa perhatian terhadap infrastruktur jalan ini sangat penting, mengingat Banda Aceh merupakan ibu kota provinsi yang menjadi pusat ekonomi, pemerintahan, dan pendidikan di Aceh. Dengan kondisi jalan yang semakin buruk, ia khawatir akan berdampak pada mobilitas masyarakat dan bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.

“Masyarakat Ulee Kareng sudah lama mendambakan jalan tersebut diperbaiki. Sudah cukup lama jalan ini butuh perhatian, seperti jalan-jalan lain yang ada di Banda Aceh yang lebih dulu diperbaiki. Kami tidak ingin Banda Aceh terlihat semakin buruk hanya karena masalah infrastruktur yang terabaikan,” tambahnya.

Ia juga menyarankan agar Dinas PUPR tidak hanya fokus pada perbaikan jalan-jalan utama saja, tetapi juga memperhatikan perawatan rutin terhadap jalan-jalan di daerah pinggiran yang tidak kalah pentingnya. Selain itu, Musriadi mengusulkan adanya sistem pemeliharaan yang lebih baik agar kerusakan serupa tidak terjadi lagi dalam waktu dekat.

Ketua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, juga turut mengapresiasi perhatian Musriadi terhadap perbaikan jalan di Kota Banda Aceh. Farid mengatakan, perbaikan jalan memang menjadi salah satu prioritas pihaknya dalam upaya untuk mendukung kenyamanan dan keselamatan masyarakat. Namun, ia juga mengakui bahwa ada keterbatasan anggaran yang menghambat pelaksanaan sejumlah proyek, termasuk perbaikan jalan yang rusak.

“Saat ini kami memang sedang melakukan koordinasi dengan pihak PUPR untuk melihat prioritas perbaikan jalan mana yang harus segera dikerjakan. Saya harap kedepannya anggaran untuk infrastruktur bisa ditambah,” kata Farid.

Baca Juga :  Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh Ajak Mahasiswa Himastra Tingkatkan Kreativitas

Dalam kesempatan yang sama, warga sekitar juga mengungkapkan harapannya agar jalan-jalan yang rusak segera diperbaiki. Salah seorang warga Ulee Kareng, Dedi, mengatakan, kerusakan jalan yang sudah lama dibiarkan membuatnya sangat khawatir, apalagi saat hujan. Menurut Dedi, jalan tersebut semakin sulit dilalui karena banyaknya genangan air yang menyembunyikan lubang-lubang di jalan.

“Saya berharap pemerintah cepat bertindak. Jangan sampai ada lagi kecelakaan karena jalan yang rusak ini,” ujar Dedi.

Pemerintah Kota Banda Aceh diharapkan segera merespons desakan dari wakil rakyat dan masyarakat ini dengan tindakan nyata. Perbaikan jalan T. Iskandar dan simpang tujuh Ulee Kareng menjadi tugas bersama antara pemerintah kota dan provinsi untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan bagi seluruh warga Banda Aceh.[***]

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca