LM – Dewan Direktur Bank Dunia telah menyetujui pembentukan Financial Intermediary Fund (FIF) atau Dana Perantara Keuangan yang akan bertugas membiayai investasi paling penting saat ini, yaitu kesehatan.
Presiden Grup Bank Dunia, David Malpass mengatakan, FIF akan menjadi lembaga keuangan pendukung yang akan memberikan tambahan dana jangka panjang dalam menghadapi ancaman pandemi di masa yang akan datang.
Table of Contents
ToggleModal Awal
Saat ini FIF telah memiliki modal awal sebesar USD 1 miliar dari berbagai negara pendiri. Mulai dari Indonesia, Amerika Serikat, Komisi Uni Eropa, Jerman, Indonesia, Singapura dan Inggris. Tak hanya itu ada juga donasi dari lembaga filantropis, Wellcome Trust dan The Bill and Melinda Gates Foundation.
Kepala Pusat Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilateral, Kementerian Keuangan Dian Lestari, mengajak kepada pihak yang belum terlibat agar dapat juga berkontribusi pada FIF. Ajakan untuk menjadi donor tak hanya terbatas kepada negara anggota G20, melainkan juga negara non G20 untuk berkontribusi mendukung penguatan sektor kesehatan dunia.
“Kami berharap para anggota G20 maupun non-G20 lain agar dapat berkomitmen untuk berkontribusi dana pada FIF dan bersama mengajak pihak lain untuk juga bersama berkontribusi pada inisiatif global untuk kesehatan yang penting ini,” kata Dian.
Dia melanjutkan Kepresidenan G20 Indonesia sangat mengharapkan dukungan dan kontribusi dari semua pemangku kepentingan terkait dalam upaya bersama untuk memperkuat arsitektur kesehatan global.
“Kami percaya bahwa melalui pekerjaan untuk mendirikan FIF ini, kami dapat menunjukkan kepada dunia tentang nilai multikulturalisme dalam hal memastikan dunia lebih siap untuk menghadapi pandemi di masa depan,” kata dia.
Pos Terkait
Baca Juga
Bali — Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, S.IP,…










