Scroll untuk baca artikel
Nasional

Blak-blakan Pelaku Bongkar Skenario Kopda Muslimin Bunuh Istri dengan Kepala Ditembak

×

Blak-blakan Pelaku Bongkar Skenario Kopda Muslimin Bunuh Istri dengan Kepala Ditembak

Sebarkan artikel ini
Lima tersangka kasus percobaan pembunuhan istri TNI. ©2022 Merdeka.com

LM – Satu per satu fakta pembunuhan berencana dilakukan Kopda Muslimin terhadap istrinya Rina Wulandari, mulai terbongkar. Skenario anggota Yon Arhanud 15/DBY, Semarang, Jawa Tengah, itu terkuak dari pengakuan lima tersangka ditangkap polisi. Sementara Kopda Muslimin hingga kini masih menjadi buronan polisi.

Upaya pembunuhan terhadap Rina Wulandari berawal dari curhat Kopda Muslimin kepada anggota komplotan pembunuh bayaran. Kopda Muslimin mengaku tak kuat dikekang sang istri. Kepada para pembunuh bayaran, Kopda Muslimin meminta istrinya dihabisi.

“Ketemu Bang Mus (Kopda Muslimin) di rumahnya. Cerita keadaan keluarga, tidak kuat dikekang istrinya,” kata Agus Santoso (AS) alias Gondrong, salah seorang tersangka penembakan di Mapolrestabes Semarang, Rabu (27/7).

Permintaan Kopda Muslimin itu disanggupi Gondrong Cs dengan mengusulkan cara pembunuhan yang berbeda. Kepada Kopda Muslimin, dia usul agar Rina diracun dengan bunga kecubung.

Para Pelaku Dijanjikan Rp200 Juta Plus Mobil

Namun usul itu ditolak Kopda Muslimin. Dia meminta istrinya ditembak mati.

Gondrong dan teman-temannya diminta Kopda Muslimin mencarikan senjata api. Adapun upah yang diberikan kepada mereka sebesar Rp120 juta. Uang itu diberikan setelah keempat tersangka beraksi.

“Dijanjikan Rp200 juta ditambah sebuah mobil kalau berhasil (membunuh korban),” kata Gondrong.

Beli Senpi Rakitan

Semua skenario pembunuhan sudah dipersiapkan Kopda Muslimin. Para pelaku juga sempat melakukan rapat pematangan aksi.

Senjata api sebelumnya sudah disiapkan oleh Muslimin. Senpi itu dibeli Kopda Muslimin dari rekan salah satu tersangka bernama Dwi Sulistiono seharga Rp3 juta.

Terkait pemakaian senjata api, sang eksekutor Sugiono alias Babi (34) mengaku baru pertama kali menggunakan untuk mengeksekusi perintah membunuh.

Baca Juga :  Informan Israel di Tepi Barat Buat Warga Palestina Kian Terkekang

“Saya belum pernah sama sekali menembak. Tidak bisa menembak yang punya senpi ngajarin pas ketemu,” ujar Sugiono saat dihadirkan menyinkronkan keterangan di Polrestabes Semarang, Rabu (27/7).

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca