Linimedia.id – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah ST, mendorong para keuchik yang baru dilantik agar mampu memaksimalkan potensi lokal dan memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di masing-masing gampong.
Dorongan ini disampaikan saat menghadiri prosesi pelantikan 33 Keuchik se-Banda Aceh secara serentak, Sabtu (7/2/2025), di Aula Gedung Mawardi Nurdin, Kompleks Balai Kota Banda Aceh.
Pelantikan yang dilakukan langsung oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, dihadiri seluruh pimpinan DPRK, termasuk Wakil Ketua I Daniel Abdul Wahab S.Pd, Wakil Ketua II Dr. Musryadi Aswad S.Pd, M.Pd, serta anggota Komisi I Zulkasmi dan Teuku Nanta Setia ST, MM. Acara juga diikuti Sekda Banda Aceh, Jalaluddin, dan unsur Forkopimda lainnya.
Irwansyah menekankan bahwa pelantikan keuchik bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan awal dari tanggung jawab besar dalam memimpin gampong masing-masing.
Ia mengingatkan, mulai tahun ini, dana gampong mengalami penurunan signifikan, sehingga inovasi dan kreativitas menjadi kunci agar pembangunan tetap berjalan dan ketahanan gampong terjaga.
“Keuchik tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan sinergi dengan semua unsur gampong, mulai tuha peut, imam masjid, perangkat meunasah, hingga kaum perempuan dan pemuda. Dengan kekompakan, ide-ide dapat diwujudkan untuk membangun gampong yang mandiri dan inovatif,” tegas Irwansyah.
Menurut Ketua DPRK Banda Aceh, gampong memiliki berbagai potensi yang bisa digali, seperti ketahanan pangan, perdagangan lokal, kerajinan tangan, UMKM, hingga sektor kreatif. Pemanfaatan potensi ini, kata Irwansyah, akan mendorong pendapatan desa meningkat dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya keuchik hadir sebagai sosok inovatif yang mampu membangun kolaborasi. Dengan dukungan warga dan perangkat gampong, program-program strategis dapat dijalankan meski anggaran terbatas.
“Banyak contoh desa di luar Aceh yang berhasil mengembangkan UMKM dan ekonomi kreatif melalui kerja sama masyarakat. Gampong-gampong di Banda Aceh pun harus bisa melakukan hal serupa,” ujarnya.
Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal dalam sambutannya menekankan bahwa keuchik yang baru dilantik telah dipercayakan amanah besar oleh warganya.
Ia berharap setiap keuchik dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, berinovasi, serta membangun pelayanan yang pro-rakyat.
Selain itu, Irwansyah mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan gampong bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat atau kota, tetapi dimulai dari kepemimpinan dan kolaborasi di tingkat gampong.
Dengan semangat gotong royong, inovasi, dan pemanfaatan potensi lokal, gampong-gampong di Banda Aceh dapat menjadi wilayah yang mandiri, produktif, dan berdaya saing tinggi.
“Ini saatnya keuchik baru tampil sebagai pemimpin yang tidak hanya administratif, tetapi juga kreatif, mampu menggerakkan potensi warga, dan mendukung UMKM serta sektor ekonomi lokal agar gampongnya semakin maju,” pungkas Irwansyah.[***]












